Berita Terbaru

Mobile

Marketing

Internet

Berita

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Yahoo Tawarkan Tanah ke Perusahaan China

Yahoo hendak menjual tanahnya yang berada di Santa Clara, California, AS, kepada produsen smartphone China LeEco. Tanah seluas 19,6 hektar tersebut dekat dengan area teknologi Silicon Valley.

Menurut juru bicara Yahoo, penjualan lahan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Namun, tak dibeberkan lebih lanjut berapa nilai yang ditawar untuk tanah luas di daerah strategis tersebut.

Jika benar, tampaknya LeEco hendak memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun area perkantoran yang lapang. Sebelumnya, LeEco memang dikabarkan bakal memperluas area bisnisnya.

Saat ini firma tersebut mengembangkan smartphone, TV, dan sepeda gunung. Ke depan, LeEco berencana membuat mobil elektronik, sebagaimana dilaporkan Investors dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016)

Kembali ke 2006

Yahoo membeli lahan yang berada di jantung California tersebut pada 2006 silam. Saat itu harganya masih 106 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun.

Awalnya, Yahoo membeli tanah tersebut untuk membangun sebuah kantor yang mengakomodir 12.000 pekerja. Pada tahun itu, bisnis Yahoo belum mandek seperti sekarang.

Sebenarnya Yahoo sudah memegang izin untuk membangun area perkantoran khusus riset di lahan tersebut. Ada 13 bangunan yang rencananya bakal memadati area itu.

Sayangnya, rencana tersebut tak pernah dimulai. Yahoo masih harus mengurusi prioritas lain, yakni membuat perusahaannya kembali menguntungkan.

Pada kuartal pertama 2016, pendapatan Yahoo dilansir 1,05 miliar dollar AS atau setara Rp 13,8 triliun. Pendapatan itu menurun 14 persen dari periode serupa tahun 2015.

Pendapatan yang terus berkurang dan biaya operasional yang terus bertambah membuat Yahoo terpaksa menutup kantor cabang di beberapa negara. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun berkali-kali dilakukan.

Dikutip : Kompas

Intel Angkat Kaki dari Industri "Smartphone"?

Usai menghabiskan dana miliaran dollar AS dalam usaha mengembangkan bisnis ke ranah smartphone dan tablet, Intel mungkin telah menyerah dan meninggalkan upayanya itu.

Dugaan ini muncul dari kabar yang menyebutkan bahwa raksasa chip tersebut membatalkan pengembangan dua chip Atom untuk mobile, yakni Sofia dan Broxton, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PC World, Senin (2/4/2016).

Sofia dan Broxton merupakan produk pertama yang dibatalkan oleh Intel menyusul rencana perusahaan tersebut untuk mengatur ulang strategi bisnis. Sebelumnya, pada April lalu, Intel telah mengumumkan bakal merumahkan 12.000 karyawannya.

Intel turut menghentikan produksi chip seri Atom X5 (Cherry Trail). Prosesor ini akan digantikan oleh chip Pentium dan Celeron code name Apollo Like yang lebih menyasar komputer “hybrid” 2-in-1, bukan tablet seperti Atom X5.

“Kami tak lagi memandang tablet sebagai segmen stand-alone. Roadmap produk kami mencerminkan hal itu,” tulis seorang juru bicara Intel melalui e-mail.

“Kami akan terus mendukung para pelanggan tablet dengan Sofia 3G/ 3GR, Bay Trail, dan Cherry Trail untuk saat ini, lalu nanti dengan Apollo Lake dan beberapa SKU dari keluarga prosesor Core,” lanjutnya.

Jaya di netbook, gagal di smartphone

Seri chip Atom sempat mengalami masa jaya saat booming perangkat netbook di dekade lalu. Tapi setelah itu peruntungannya tak cemerlang.

Hanya segelintir pabrikan smartphone ternama yang menggunakan chip Atom di produknya, seperti Asus di lini ponsel Zenfone. Tapi, belakangan Asus pun mulai beralih meninggalkan Intel dan lebih memilih chip dari Qualcomm.

Boleh dibilang Intel gagal menumbangkan ARM yang telah lama meraja di industri gadget mobile.

Sementara, pasaran tablet pun menurun karena para pabrikan PC lebih memilih mengembangkan perangkat hybrid. Keadaan ini membuat Intel seolah kehilangan alasan untuk mempertahankan eksistensi Atom.

Usai hengkang dari ranah mobile, Intel bakal memindahkan fokus ke pengembangan 5G. Sumber daya yang tadinya dipakai mengembangkan Sofia dan Broxton bisa dialihkan untuk membuat chip dan modem 5G.

Teknologi 5G akan menghadirkan koneksi mobile berkecepatan tinggi di berbagai perangkat, termasuk gadget mobile, PC, smartphone, robot, drone, wearable, dan Internet of Things.

Akan halnya Atom, kendati masa depannya belum jelas, ada kemungkinan varian Broxton bisa dipakai di ranah Internet of Things, dalam aneka perangkat dan sensor pintar yang mengumpulkan data dan mengirimnya ke jaringan cloud untuk dianalisa.

Dikutip : Kompas

Google Diam-diam Berencana Beli Pesaing WhatsApp?

Beberapa tahun lalu, Google dikabarkan hendak membeli WhatsApp. Pertama kali senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 13 triliun), lalu kedua kali menjadi 10 miliar dollar AS (Rp 131 triliun).

Kabar itu dibantah Google. Kenyataannya, WhatsApp kemudian bersedia diakuisisi Facebook dengan harga lebih menggiurkan, yakni 19 miliar dollar AS atau setara Rp 250 triliun.

Kini, lagi-lagi Google disebut-sebut hendak mengakuisisi layanan pesan singkat. CEO Google Sundar Pichai dikatakan diam-diam telah bertemu pendiri Telegram Pavel Durov pada akhir tahun 2015.

Rumornya, Google berminat membeli pesaing WhatsApp tersebut senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun. Hal ini dibenarkan beberapa investor yang familiar dengan rencana akuisisi tersebut.

Saat dikonfirmasi, Durov membenarkan pertemuan dengan Pichai, sebagaimana dilaporkan 9to5Google dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016).

Namun Durov enggan mengiyakan soal rencana akuisisi. Juru bicara Telegram bahkan memberikan pernyataan lebih lantang.

"Ini omong kosong. Tak ada pembicaraan akuisisi. Tak ada rencana sama sekali," kata sang juru bicara.

Benar atau tidaknya akuisisi tersebut, Google tampaknya sedang membangun kiprahnya untuk layanan pesan singkat.

Desember lalu, Google mengatakan sedang mempersiapkan layanan pesan singkat yang bakal dilengkapi asisten digital. Hal ini serupa dengan inisiasi Facebook menyematkan chatbot pada aplikasi Messenger.

Lebih lanjut, Google juga terlibat dalam pendanaan 100 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) untuk startup pesan singkat bernama "Symphony". Layanan tersebut kurang lebih sama dengan Telegram, yakni mengedepankan keamanan berkomunikasi maya.

Dikutip : Kompas

Microsoft Larang Cortana Pakai Google dan Chrome

Microsoft memutuskan untuk melarang asisten digital Cortana mengakses mesin pencari milik Google dan Chrome.

Dengan demikian, semua pencarian melalui Cortana di Windows 10 otomatis memakai mesin pencari milik Microsoft, Bing. Tidak lagi bisa menggunakan Google Search.

Selain itu, Cortana hanya akan menggunakan aplikasi browser Microsoft Edge. Browser lain, seperti Chrome, Firefox, dan Opera harus gigit jari.

Sebelumnya, pengguna Cortana di Windows 10 bisa mengganti mesin pencari dan browser yang mereka gunakan. Umumnya, pengguna menanggalkan Bing dan Edge, lalu menggantinya dengan Google Search dan Chrome.

Microsoft beralasan aturan baru ini diberlakukan demi memberi pengguna pengalaman pencarian yang lebih baik.

"Satu-satunya cara agar kami yakin bisa mempertahankan pengalaman personalisasi pencarian adalah dengan menyatukan Cortana, Edge, dan Bing," tulis General Manager of Search and Cortana, Microsoft, Ryan Gavin seperti dilansir KompasTekno dari blog Windows, Senin (2/5/2016).

Sekadar diketahui, bukan cuma Microsoft yang menyatukan aplikasi asisten pribadi dengan mesin pencari buatan sendiri. Siri milik Apple dan Google Now milik Google juga melakukan hal serupa. Keduanya masing-masing terkunci pada satu jenis mesin pencari.

Keharusan menggunakan Edge dan Bing ini hanya berlaku untuk Cortana. Pengguna Windows 10 masih bisa menggunakan browser dan mesin pencari lain untuk pemakaian sehari-hari.

Dikutip : Kompas

Yahoo Lepas Bisnis Web, Pembeli Ditunggu Sebelum 11 April

Yahoo mengumumkan rencana untuk menjual unit bisnis web dan beberapa asetnya di wilayah Asia. Calon pembeli diminta untuk mengajukan penawaran sebelum tenggat waktu pada 11 April 2016 mendatang.

Seorang sumber membocorkan bahwa penasihat bisnis Yahoo telah meminta para calon pembeli untuk mengirim atau memasukkan proposal pembelian.

Isi proposal tersebut kurang lebih daftar aset yang diminati, harga yang ditawarkan, hingga metode pembayaran.

Sebagian calon pembeli bisa jadi akan tertarik untuk memiliki inti bisnis web Yahoo atau beberapa bagiannya saja. Sedangkan yang lain mungkin berminat pada saham grup Alibaba atau Yahoo Jepang.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Wall Street Journal, Kamis (31/3/2016), salah satu pionir mesin pencari web itu juga akan menjual kurang lebih 40 perusahaan kecil yang ada di bawahnya.

Perusahaan yang dimaksud antara lain Verizon Communication Inc., InterActiveCorp (IAC), dan Time Inc. Ada juga perusahaan investasi swasta TPG dan KKR & Co.

Microsoft siap bantu

Bocoran lain menyebutkan bahwa Microsoft sudah berniat membantu pendanaan bagi perusahaan yang ingin membeli Yahoo. Tujuannya agar raksasa software tersebut bisa tetap mendapat keuntungan dari kerja sama dengan Yahoo, seandainya perusahaan tersebut dijual ke pihak ketiga.

Bila deadline penawaran tersebut lancar, proses penjualan Yahoo bisa saja selesai pada Juni atau Juli mendatang. Dengan demikian, akan bertepatan dengan jadwal pertemuan tahunan para pemegang saham.

Proses penjualan Yahoo ditangani oleh sebuah dewan independen yang terdiri dari Chairman Maynard Webb, Thomas McInerney, dan H. Lee Scott, Jr.

Chief Executive Officer Yahoo Marissa Mayer tidak diperkenankan ikut serta dalam dewan tersebut. Hal ini demi mengantisipasi kemungkinan dirinya ikut mengajukan tawaran melalui perusahaan investasi swasta.

Dikutip : Kompas

Grab Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lippo Group

Aplikasi booking transportasi asal Malaysia, Grab hari ini mengumumkan bahwa mereka telah melakukan kerja sama strategis dengan Lippo Group. Salah satu konglomerat di Indonesia ini dikenal sebagai pemilik sejumlah ritel, mal, dan rumah sakit ternama yang tersebar di kota-kota besar di tanah air.

Melalui press release yang Tech in Asia terima, Lippo Group berencana akan memanfaatkan “keahlian transportasi dan pengiriman” milik Grab. Artinya Lippo akan memanfaatkan jaringan transportasi milik Grab untuk mendukung situs e-commerce miliknya, MatahariMall.

Hubungan antara Grab dan Lippo Group ini bukanlah kali pertama yang dilakukan. Karena berdasarkan laporan rekan kami, Lippo Group ternyata merupakan salah satu investor awal dari Grab.

John Riady selaku direktur dari Lippo Group mengatakan bahwa Venturra Capital—modal ventura milik Lippo Group—memiliki sejumlah saham di Grab.

Di Asia Tenggara, layanan GrabTaxi merupakan saingan berat dari aplikasi booking mobil asal AS, UBER. Sedangkan di Indonesia, GrabBike bersaing ketat dengan aplikasi booking khusus roda dua GO-JEK.

Masih di press release yang sama, pihak Grab juga mengungkapkan beberapa prestasi yang telah dan akan dicapai pada tahun ini.

Pertama, Grab mengklaim bahwa layanan GrabTaxi mereka telah berhasil menguasai 50 persen pasar layanan booking transportasi roda empat di Indonesia. Hal itu mengindikasi bahwa Grab telah melebihi jumlah booking transportasi yang diperoleh Uber di Indonesia. Prestasi tersebut sudah berhasil mereka capai pada akhir 2015 lalu.

Kedua, Grab mengklaim bahwa pada akhir bulan ini mereka akan memiliki 50 persen pasar layanan booking taksi roda dua di Indonesia. Hal ini mengindikasi bahwa GrabBike mendapat keuntungan dari kepopuleran GO-JEK

Dikutip : Techinasia

Layanan UBER for Business Telah Hadir di Indonesia

Setelah melakukan uji coba di Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya pada tahun 2015, akhirnya hari ini 25/2, UBER pun meresmikan peluncuran layanan terbaru mereka, UBER for Business. Dengan layanan ini, setiap kali seorang karyawan melakukan perjalanan dinas dengan UBER ke berbagai tempat di seluruh dunia, tagihan akan langsung masuk ke akun milik perusahaan tempatnya bekerja.

“Sistem penagihan terpusat seperti ini akan membantu bagian administrasi, pimpinan perusahaan, hingga para pemilik usaha kecil dengan menyediakan informasi tagihan perjalanan. Layanan ini juga membantu para karyawan karena mereka tak perlu repot mengumpulkan kuitansi perjalanan tagihan,” ujar Karun Arya, juru bicara UBER.

Sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun lalu, ribuan perusahaan di Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya telah mendaftar dan menggunakan layanan baru UBER tersebut. Pada bulan September 2015 yang lalu, UBER mengatakan kalau telah ada 50.000 perusahaan yang terdaftar di layanan UBER for Business di seluruh dunia.

Semua jenis perusahaan boleh mendaftar

Untuk menggunakan layanan UBER for Business, seorang pemilik atau bagian yang terkait dalam perusahaan dapat mengunjungi halaman pendaftaran UBER for Business. Mereka dapat memasukkan metode pembayaran yang mereka inginkan, dan menambahkan data karyawan yang ingin dimasukkan dalam layanan tersebut. Setelah perusahaan memasukkan data-data tersebut, para karyawan akan secara otomatis menerima e-mail undangan untuk bergabung dengan akun UBER for Business milik perusahaan mereka.

Ketika seorang karyawan telah memverifikasi e-mail undangan yang dikirimkan oleh perusahaan, mereka bisa langsung mengganti metode pembayaran agar setiap perjalanan yang mereka lakukan bisa ditagihkan ke tempat mereka bekerja.

Apabila sebuah perusahaan telah bergabung dengan UBER for Business, mereka bisa mengetahui informasi perjalanan karyawan mereka, seperti jumlah perjalanan yang dilakukan dan total biaya yang dikeluarkan. Untuk layanan UBER for Business, tidak akan ada penambahan biaya apa pun yang dibebankan kepada pengguna. Fitur-fitur lain yang tersedia dalam aplikasi UBER seperti ShareMyETA, Kontak Darurat, dan Bantuan, juga akan tersedia untuk pengguna layanan UBER for Business.

Selain itu, pemilik perusahaan juga mempunyai kebebasan untuk menentukan aturan-aturan tertentu terkait perjalanan bisnis yang dilakukan, seperti pengguna mana yang diizinkan, dan kapan saja mereka boleh melakukan perjalanan. Layanan ini juga bisa digunakan karyawan untuk pulang ke rumah setelah bekerja lembur, atau untuk menjemput tamu penting perusahaan dari airport.

Ketika melakukan pengujian UBER for Business, ada beberapa perusahaan yang memberi masukan kepada UBER kalau mereka kesulitan memisahkan antara perjalanan dinas dan perjalanan pribadi para pengguna. Untuk itu, hari ini mereka juga turut meluncurkan fitur Profil Bisnis. Dengan fitur ini, pengguna bisa memilih jenis perjalanan apa yang akan mereka lakukan sebelum memesan UBER. Fitur ini bisa digunakan pengguna dengan cara mendaftar di halaman khusus Profil Bisnis.

Sebelum ini, Grab yang merupakan pesaing UBER di Indonesia, juga telah memperkenalkan layanan serupa dengan nama GrabWork. Dengan begitu, keduanya pasti akan bersaing untuk merebut kerja sama dengan sebanyak mungkin perusahaan di Indonesia.

Dikutip : Techinasia

KerjaDulu Terima Investasi dari MNC Group

Situs jejaring sosial karier, KerjaDulu hari ini mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh investasi tahap awal kedua yang tidak disebutkan jumlahnya dari MNC Group. Dengan investasi strategis tersebut, KerjaDulu kini memiliki nilai post-money valuation sebesar US$5 juta (sekitar Rp66 miliar).

Sebelumnya, KerjaDulu memperoleh investasi dari Budi Setiadharma, Komisaris Utama PT. Astra Internasional sebesar “enam digit US$” pada Oktober 2014 silam.

Chris Liu selaku Co-Founder dan CEO KerjaDulu mengungkapkan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan produk dan memperluas operasional. Sejak diluncurkan pada tahun 2014 silam, tim KerjaDulu terdiri dari 10 orang yang sebagian besar berada di Taiwan.

Hal itu bisa terjadi karena di sana lah Chris mendirikan jejaring sosial karier ini sebelum memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia telah bekerja selama 20 tahun di Taiwan. Di sana ia sempat mendirikan C2 Network, sebuah jaringan media digital di luar rumah, sebelum akhirnya mendirikan KerjaDulu.

Jika dilihat situsnya, sampai sekarang KerjaDulu masih dalam status beta. Chris mengklaim bahwa KerjaDulu sekarang memiliki “sekitar 500.000 sampai 1.000.000 pengguna terdaftar.” Ia tidak mencatat jumlah pengguna aktif dengan alasan pencarian kerja bukanlah aktivitas yang dilakukan berulang-ulang.

Kemudian saat disinggung mengenai demografi dari pengguna KerjaDulu, Chris mengungkapkan “70 persen dari pengguna kita memiliki gelar sarjana.” Ia juga menambahkan apabila situsnya memiliki “65 persen pengguna yang datang kembali dan sekitar 11.000 lowongan pekerjaan.”

Chris mengklaim terdapat 30.000 perusahaan yang telah terdaftar di KerjaDulu. Akan tetapi dari angka tersebut hanya ada 388 perusahaan yang telah melakukan verifikasi. Beberapa perusahaan besar dan institusi yang telah bekerjasama dengan KerjaDulu adalah Sinar Mas Group, LINE, dan Universitas Indonesia.

Jadi, dengan investasi strategis tersebut, MNC Group berencana akan memanfaatkan platform KerjaDulu untuk melakukan perekrutan dan menggunakan media hiburan yang dimiliki untuk membantu memasarkan KerjaDulu.

“MNC memiliki lebih dari 40.000 karyawan dan sangat aktif melakukan perekrutan. Kita bisa menggunakan platform jejaring sosial karier KerjaDulu untuk merekrut orang-orang berbakat,” ungkap David Audy selaku Direktur MNC Group. David akan bergabung ke jajaran direksi KerjaDulu.

Dikutip : Techinasia

SMS Bakal Jadi Cerita Baru Oleh Google

Siapa di antara kita yang masih menggunakan pesan SMS (short message service) di ponsel sebagai sarana komunikasi utama? Sudaha jarang bukan?

Peran SMS di era internet mobile semakin tergantikan oleh layanan-layanan pesan instan dan jejaring sosial. Terbatasnya fitur dalam SMS seperti tidak ada emoji atau menyertakan gambar, membuatnya semakin ditinggalkan pengguna ponsel.

Untuk itulah Google bekerja sama dengan operator-operator seluler besar di dunia yang tergabung dalam GSMA, akan merombak teknologi SMS yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Google yang dikenal sebagai pemilik sistem operasi Android itu, dikutip KompasTekno dari Quartz, Rabu (24/2/2016) akan membuat pesan SMS sesuai dengan standar Rich Communications Service (RCS).

Standar baru itu akan membuat SMS memiliki fitur-fitur seperti layanan pesan instan lain, layaknya WhatsApp, WeChat, Facebook Messenger, dan sebagainya.

SMS juga diharapkan ke depannya aakan bisa mengirim foto dan video dalam ukuran file yang besar, membuat grup percakapan, dan bisa mengetahui jika orang lain sedang mengetik pesan.

Dengan memodernisasi SMS, Google berada di pihak yang sama dengan operator dalam melawan serbuan layanan over the top (OTT).

Standar baru yang didukung oleh Google ini bisa membuat operator kembali ke bisnis berkirim pesan teks dan bisa mencari uang darinya.

Google mengumumkan kapan implementasi standar baru SMS itu akan mulai diterapkan, namun Google berharap klien-klien operatornya mulai meluncurkannya akhir tahun ini.

Dikutip : Kompas

Bhinneka Geser Fokus Menjadi Marketplace B2C dan B2B

Memasuki usia ke-23 tahun pada bulan Februari ini, Bhinneka, situs e-commerce yang menjual produk elektronik, berencana memperluas pangsa pasarnya dengan ikut bermain di ranah marketplace. Hal ini diungkapkan oleh Hendrik Tio, CEO Bhinneka, saat acara perayaan ulang tahun perusahaannya di Jakarta, Selasa (23/2).

“Sebagai pionir e-commerce di Indonensia, kami melihat perkembangan yang luar biasa. Berdasarkan prediksi Menteri Kominfo (Rudiantara), potensi e-commerce bisa sampai $130 milar (sekitar Rp1,7 quadriliun atau Rp1.756 triliun) pada 2020, ini merupakan peluang yang luar biasa. Peluang ini yang nanti bisa kami capture,” ujar Hendrik.

Bhinneka dikenal sebagai e-commerce yang menjual produk 3C, yaitu computer, communication, dan consumer electronic (komputer, laptop, console game, dan sebagainya). Marketplace milik Bhinneka pun akan terdiri dari merchant yang menjual produk-produk tersebut. Namun, tidak seperti beberapa marketplace di Indonesia yang membebaskan siapa saja, baik perusahaan maupun perorangan, untuk berjualan, merchant pada marketplace Bhinneka akan melewati proses kurasi sebelum bisa berjualan di situs tersebut.

Dijelaskan oleh Leo Antonius, Strategic Business Expansion Director Bhinneka, proses kurasi
tersebut dilakukan untuk menjaga agar pelanggan tetap mendapatkan kualitas barang yang sama, baik dari keaslian hingga layanan purna jual, seperti ketika mereka membeli produk yang dijual Bhinneka. Para merchant-nya pun bukan perorangan, melainkan vendor atau mereka yang sudah memiliki toko fisik.

Menurut Leo, hal lain yang membedakan marketplace Bhinneka dengan marketplace lain adalah pihaknya tidak memberikan multi-SKU (stock keeping unit), yaitu satu produk dengan berbagai varian kelengkapan, melainkan multi-offer, yaitu satu standar produk yang sama namun dengan harga yang saling kompetitif satu sama lain.

“Misalkan ada konsumen di Malang ingin membeli kamera Nikon. Jika ia membelinya dari merchant di Surabaya, harganya akan lebih murah ketimbang ia membeli dari merchant di Jakarta,” kata Leo.
Marketplace khusus fotografi dan untuk konsumen korporasi.

Berdasarkan data dari Bhinneka, yang menargetkan IPO pada tahun 2018, 80 persen produk yang mereka jual diserap oleh konsumen biasa. Sedangkan sisanya merupakan konsumen dari kalangan korporasi. Hingga saat ini, Bhinneka telah memiliki 20.000 pelanggan korporasi, yang mana 5.000 di antaranya masih aktif membeli selama enam bulan terakhir.

Artinya, peluang di segmen korporasi masih bisa digali lagi. Sehingga, selain menyediakan marketplace untuk konsumen biasa, Bhinneka juga memberikan kesempatan kepada merchant-merchant-nya untuk menjual produk mereka ke konsumen korporasi. Nantinya, ini dapat dilakukan di marketplace khusus, yaitu Bhinneka Bisnis, yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Selain itu, Bhinneka juga “menghidupkan” kembali toko kamera mereka yang sempat tutup akibat musibah kebakaran pada April 2014 silam. Alih-alih membuka kembali toko fisik seperti sebelumnya, toko kamera dan aksesorinya ini hadir sebagai toko online dan dalam bentuk marketplace.

Pengguna sudah bisa mengaksesnya melalui tautan ini. Namun, menurut Leo, meski laman toko fotografi Bhinneka sudah bisa diakses publik, toko tersebut baru akan beroperasi secara penuh pada minggu ini.

Layanan baru lainnya yang diungkapkan oleh Bhinneka adalah toko online Samsung. Lewat toko ini, pengguna bisa membeli produk-produk resmi Samsung berikut aksesorinya langsung dari satu tempat. Menurut Leo, toko online tersebut akan live pada sore hari ini. Namun, berdasarkan pantauan Tech in Asia hinga pukul 7.30 malam, toko online Samsung di Bhinneka belum ditemukan keberadaannya.

Selama 23 tahun berdiri, Bhinneka, yang pada akhir tahun lalu mendapat pendanaan sebesar Rp300 miliar dari Ideosource, telah berkembang dari toko di rumah petak seluas 50 meter persegi, hingga memiliki fasilitas dengan luas total mencapai 7.000 meter persegi.

Jumlah karyawannya pun meningkat drastis. Dari awalnya hanya dihuni 12 staf, hingga kini diramaikan oleh 715 staf. Total barang yang dijual pun semakin banyak dan beragam. Dari hanya 20 SKU, hingga kini mencapai 90.000 SKU.

Dengan masuknya Bhinneka ke ranah marketplace, persaingan di ranah ini rasanya semakin sengit. Sejumlah nama seperti Tokopedia dan Bukalapak namanya juga semakin menjulang di ranah ini.

Apa pendapatmu tentang fitur marketplace yang baru saja diperkenalkan oleh Bhinneka? Mampukah kehadiran marketplace tersebut menekan harga-harga jual produk Bhinneka menjadi lebih kompetitif?

Dikutip : Techinasia

Google Chromecast dan Chromebook Tersedia di Indonesia

Google Indonesia pada Jumat (19/2/2016) mengumumkan ketersediaan dua produk gadget-nya di Indonesia, yaitu perangkat media streaming Google Chromecast dan laptop Google Chromebook.

Hadirnya kedua gadget Google tersebut di Indonesia sebagai bagian dari paket Indosat Ooredoo GIG Home Internet (www.gig.id) yang juga baru diluncurkan minggu lalu. Artinya, saat ini konsumen di Indonesia tidak bisa membelinya secara terpisah.

Chromecast adalah perangkat media streaming seukuran ibu jari (2,83 inci) yang bisa dihubungkan dengan TV HDMI.

Perangkat ini dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat, seperti ponsel Android, iPhone, iPad, Mac, laptop Windows, maupun Chromebook untuk mentransmisikan konten ke layar TV.

"Chromecast telah terjual lebih dari 20 juta unit di seluruh dunia, dan kami sangat gembira karena masyarakat Indonesia sekarang bisa menikmatinya juga," kata Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Google Chromebook merupakan laptop yang mengusung sistem operasi Chrome buatan Google sendiri.

Laptop ini memiliki aplikasi populer Google seperti Gmail dan browser Chrome yang sudah terpasang dari pabriknya, serta ratusan aplikasi lain yang tersedia melalui Chrome Web Store.

Chromebook yang tersedia melalui paket Indosat Ooredoo GIG Home Internet adalah Acer Chromebook CB3-131.

Dikutip : Kompas

Ketergesaan Jokowi di Silicon Valley

Perjalanan setengah hari untuk menyambangi pusat ekonomi kreatif dunia, Silicon Valley, menjadi agenda yang penuh ketergesaan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di sanalah, industri kreatif dari segala penjuru dunia berkiblat meski perintis awal ekonomi kreatif justru tak dilahirkan di kota itu.


Di Lembah Silikon itulah, para inovator dunia tinggal dinaungi "payung beralaskan altar suci", yakni kreativitas.


Presiden Jokowi pertama menginjakkan kaki di markas Facebook di Menlo Park yang laksana istana kayu raksasa.

Jokowi disambut para eksekutif Facebook untuk berkeliling kompleks markas yang begitu luas itu.

Mark Zuckerberg, sang penggagas, baru tiba ketika Presiden telah berada di Roof Top Garden di kompleks kantor itu.

Mark mengenakan kaus oblong warna abu-abu dan celana jeans sebagaimana kostum kebiasaannya. Mark kabarnya memang tak ingin terjebak mengurus penampilannya secara berlebihan, meski pada kesempatan paling formal sekalipun.

Mark pernah sekali tertangkap kamera mengenakan jas dengan dasi lengkap saat bertemu Presiden Jokowi di Jakarta.

Di "rumah"-nya, Mark memilih untuk menentukan gayanya sendiri dan tampak antusias menerima kunjungan sang Presiden.

Presiden dan rombongan diajak berkeliling di ruang-ruang kerja pegawai Facebook yang laksana hanggar pesawat dengan komputer-komputer Mac berjajar ratusan jumlahnya.

Di setiap meja kerja paling ujung, ada papan sekat yang dilengkapi papan tulis putih untuk menuliskan pesan atau gambar-gambar kreatif.

Anehnya, di hampir seluruh sudut kantor itu, sungguh sulit menemukan logo atau brand Facebook. Bahkan, nyaris tak ada satu pun selain di papan pesan bertuliskan The Facebook Wall Write Something.

Saking luasnya, bahkan karyawan yang baru diterima kerja di Facebook bisa tersesat, sebagaimana yang terjadi dengan Wahyu Dinata Setiawan (34) yang berasal dari Tanah Abang, Jakarta, dan baru sepekan bekerja di kantor itu.

Presiden sendiri sempat melakukan pertemuan tertutup dengan para eksekutif Facebook untuk menyampaikan misinya berkunjung ke tempat itu.

"Saya mengajak Facebook untuk menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian," ucap Presiden.

Presiden juga sempat bermain pingpong secara virtual di lokasi demonstrasi Oculus Virtual Reality.

Hingga saat mengakhiri kunjungannya, ia menuliskan pesan singkat, "Bersama Damai dalam Harmoni", selanjutnya membubuhkan tanda tangan di dinding Tanda Tangan Facebook.

Seribu technopreneur

Bergegas Presiden melanjutkan perjalanan ke 1.600 Amphitheatre Park Way, Montain View, Lembah Silikon. Di sanalah, Googleplex bermarkas mengembangkan kesaktian mesin pencari hingga tak terkalahkan di dunia.

Awalnya, Presiden Jokowi dijadwalkan bersepeda bersama Sundar Pichai, CEO Google, dan eksekutif Google lainnya di kompleks Googleplex yang begitu luas dikelilingi taman-taman penuh rumput dan bunga yang tumbuh tertata rapi.

Namun, agenda itu dibatalkan karena Presiden hanya punya waktu yang sangat singkat.

Jokowi sempat menyampaikan mimpi Indonesia untuk menciptakan 1.000 technopreneurs pada 2020 sehingga berharap dukungan Google.

Presiden juga sempat berdialog dengan IndoGooglers atau WNI yang bekerja di Google yang berjumlah 39 orang.

Sebelumnya, Jokowi menyaksikan demo pada Google Empire, Business Line, Growth Evolution, dan menyaksikan simulasi Google Apps, Google Maps, dan Google Loon.

Bahkan, melihat simulasi beberapa aplikasi, seperti penangkapan kapal penangkap ikan ilegal, merasakan betul manfaat dari aplikasi digital seperti itu. "Saya geregetan, segera lakukan digitalisasi," ujar Presiden.

Ada satu hal yang menarik dalam pertemuan Presiden dengan CEO Google, yaitu suasana terasa berbeda karena Sundar Pichai dan para eksekutif Google memakai baju batik untuk menyambut kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan di Googleplex.

Tak berbeda, saat ia melanjutkan kunjungannya ke perusahaan ventura yang memfasilitasi start-up dan usaha pemula di bidang TI Plug and Play, tak jauh dari Googleplex.

Presiden bahkan sempat berkata "I like your shirt" saat beberapa eksekutif Plug and Play menggunakan batik, termasuk Saeed Amidi, CEO Plug and Play.

Perjalanan ke Plug and Play lebih banyak diisi dengan presentasi sejumlah petingginya di auditorium lantai 2 kantor mereka.

"Saya harap Plug and Play dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai 130 miliar pada 2020," ucap Presiden dalam pertemuan ini.

Presiden juga berharap Plug and Play dapat berbagi pengalaman dengan Indonesia tentang cara untuk mendanai bisnis pemula dan UMKM.

Sebelum meninggalkan kantor Plug and Play, Presiden dan rombongan berkeliling meninjau kantor tersebut dan menuliskan "Start it up, prosper together" di dinding yang telah disediakan dan ditandatangani oleh Presiden serta telah ditempeli foto Presiden Jokowi.

Pesan damai

Sebagaimana pun tergesanya, Presiden hampir tidak mungkin untuk melewatkan Twitter yang berkantor di San Francisco.

Jokowi berkepentingan mengingat pengguna Twitter di Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia.


Berbeda dengan kantor-kantor platform ekonomi kreatif di Lembah Silikon yang terasa terpencil di luar keriuhan kota besar, Twitter Headquarter justru terletak di tengah kota dengan kantor pusat administrasinya ada di lantai 2.


Kepada Jack Dorsey, CEO Twitter, dan eksekutif Twitter lain, Presiden menyampaikan harapan agar Twitter dapat meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan seperti disaster response dan menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian.

Sebelum meninggalkan markas Twitter, Jokowi menuliskan tweet yang dikirim langsung dari kantor itu. "Saya mengajak @Twitter ikut sebarkan pesan toleransi dan perdamaian dunia -Jkw," demikian tweet Presiden Jokowi.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan alasan yang sebenarnya terkait maksud Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah markas media sosial platform.

"Presiden ke Silicon Valley karena kita ingin bermitra dengan media sosial mengenai toleransi dan perdamaian," kata Menteri Retno dalam penerbangan menuju Jakarta, Jumat (19/2).

Media sosial sempat menjadi alat yang efektif bagi masyarakat di Tanah Air dalam upaya "counter terorism".

Namun, pada saat yang sama, media sosial menjadi alat yang digunakan jaringan teroris untuk berkoordinasi dan saling berhubungan.

"Jadi, kita bicara dengan Facebook dan Twitter, kita sampaikan begini, medsos dipakai untuk ektremisme, merekrut FTF (Foreign Terrorist Fighters). Oleh karena itu, kita wajib menyeimbangkan informasi," katanya.

Ia menegaskan, media sosial harus mulai dikembangkan untuk menyebarkan fondasi toleransi.

"Perdamaian dan toleransi bisa dilakukan melalui media sosial," katanya.

Pada KTT ASEAN AS di Sunnylands, Presiden telah menyampaikan gagasannya untuk memanfaatkan media sosial dalam menghadapi ekstremis dan teroris.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa penyebaran paham ekstremis dan ajakan bergabung dengan Foreign Terrorist Fighters (FTF) banyak dilakukan melalui media sosial.

"Oleh karena itu, kita harus bekerja sama dengan media sosial dalam menyebarkan perdamaian dan toleransi sebagai counter naras," kata Presiden saat itu.

Hal ini selanjutnya disampaikan lagi Presiden saat berkunjung ke Silicon Valley. Dengan mengusung tema "Indonesia Digital Initiative: Empowering Leaders of Peace", ajakan ini juga disampaikan lagi kepada CEO Twitter di San Francisco.

Setengah hari yang penuh ketergesaan, tetapi berisi pesan yang penuh makna untuk perdamaian, kemanusiaan, dan toleransi.

Dikutip : Kompas

CT Corp Juga akan Masuki Sektor E-Commerce

Tak perlu waktu lama sampai semua raksasa bermodal besar, terutama yang sudah memiliki bisnis mapan di bidang ritel, ambil bagian dalam perlombaan marathon e-commerce Indonesia. Setelah Salim Group menggandeng raksasa ritel Korea Selatan Lotte untuk ambil bagian tahun depan, kini giliran CT Corp milik pengusaha Chairul Tanjung yang menyiapkan amunisi di sektor ini. Belum ada informasi kapan layanan e-commerce CT Corp bakal beroperasi, tetapi nantinya operasional layanan ini terpisah dari Trans Retail yang membawahi berbagai unit bisnis ritel CT Corp.

Seperti dikutip dari Detik, Chairul Tanjung mengatakan, “E-commerce saat ini sedang kita siapkan karena kita maunya begitu masuk harus langsung jadi juara. Kalau nggak jadi juara, mending nggak usah buat, karena line bisnis kita ini komplit. Ada hypermarket, department store, airlines, hotel, food and beverages, dan juga entertainment. Kita mau nanti semua platform e-commerce kita harus tersedia.”

Dari bisnis ritel yang dimilikinya, CT Corp bisa dibilang punya berbagai properti yang cocok dijual secara online. Tanpa dukungan pihak ketiga pun, bakal ada banyak hal yang langsung tersedia ketika layanan e-commerce ini siap. Sebut saja jaringan hypermarket Carrefour, department store Metro, berbagai hotel dan tempat hiburan di bawah manajemen TransStudio, dan sejumlah produk fashion branded menjadi nilai tambah bagi layanan e-commerce ini. Tentunya jika mereka tahu bagaimana mengeksekusinya secara online.

Menjadi juara di layanan e-commerce Indonesia tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Perlu modal besar dan nafas panjang untuk bersaing dengan Lazada, Tokopedia, Matahari Mall, dan berbagai konglomerat lain yang berlomba-lomba menjadi Amazon-nya Indonesia. Diperkirakan industri e-commerce di Indonesia akan bernilai $130 miliar di tahun 2020.

Dikutip : DailySocial

Go-Jek Caplok Dua Startup Asal India

Go-Jek melakukan tindakan mengejutkan. Aplikasi pemesan ojek asal Indonesia itu baru saja mencaplok dua startup asal India, yaitu C42 Engineering dan CodeIgnition.

C42 Engineering selama ini bergerak di bidang konsultan teknologi dan telah menangani klien seperti Flipkart dan Quintype. Sedangkan CodeIgnition bergerak di bidang otomatisasi infrastruktur.

Akuisisi tersebut diduga berkaitan dengan upaya Go-Jek mengatasi berbagai masalah teknis yang kerap merundung aplikasinya. Selain itu juga untuk memperkuat sistem mereka seiring makin besarnya jumlah pengguna.

"Kami sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa bulan. Kedua startup ini membantu kami meningkatkan skala backend agar sesuai dengan tumbuhnya permintaan dan jumlah pengguna," ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim seperti dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Jumat (19/2/2016).

Namun akuisisi ini tak berhenti di situ. Nadiem mengatakan, langkah mereka selanjutnya adalah merekrut berbagai sumber daya manusia di bidang IT dari India.

"Kami akan merekrut 100 engineer, programmer, dan data scientist terbaik dari tingkat junior atau senior, dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang," pungkas pria lulusan MBA Harvard itu.

Akuisisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima bulan yang lalu, namun baru sekarang diumumkan. Mak comblang yang menghubungkan Go-Jek dengan C42 Engineering dan CodeIgnition adalah investornya sendiri, yaitu Sequoia Capital.

Go-Jek juga telah membuka sebuah pusat teknologi di Bangalore sebagai buntut dari akuisisi tersebut. Ini adalah kantor pertama Go-Jek yang berada di luar Indonesia.

Dikutip : Kompas

Jika Gagal Bobol iPhone, Pakar Keamanan Bersumpah Makan Sepatu

Permintaan FBI agar Apple membuat backdoor untuk meretas iPhone yang diduga milik teroris pelaku penembakan di San Bernardino rupanya membuat John McAfee uring-uringan.

Pasalnya, kata pria nyentrik yang merupakan pendiri perusahaan antivirus McAfee ini, permintaan tersebut sama saja menyuruh perusahaan teknologi AS agar melucuti sistem pertahanan cyber yang memang sudah tertinggal dari negara lain.

"Backdoor bakal lebih menguntungkan bagi hacker dan para musuh AS ketimbang memublikasikan kode nuklir kita," kata McAfee dalam sebuah artikel yang ditulisnya sendiri, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Jumat (19/2/2016).

Dia kemudian menawarkan opsi lain bagi FBI. Ketimbang menyuruh Apple membuat backdoor, McAfee menawarkan diri untuk menjebol iPhone yang dimaksud.

"Saya akan melakukan decrypt informasi di ponsel San Bernardino bersama tim saya, secara cuma-cuma," kata McAfee sambil menambahkan bahwa dirinya dibantu oleh "para hacker terbaik di seantero planet".

Supaya lebih meyakinkan, dia menyuruh FBI mencari tahu jati diri McAfee lewat Google dengan mengetikkan kata kunci "legenda cybersecurity".

"Coba Anda lihat, nama siapa yang muncul di 10 urutan teratas dari hasil pencarian yang jumlahnya melewati seperempat juta," katanya sesumbar.

Dia rupanya begitu yakin dengan kemampuannya sehingga berani berjanji bakal memakan sepatunya sendiri dengan ditayangkan secara langsung di TV  apabila gagal meretas enkripsi iPhone tersebut.

McAfee selama ini dikenal lewat kelakuannya yang kontroversial dan gemar menarik perhatian. Dia pernah hidup dengan dikelilingi perempuan dan jadi buron lantaran dikira terlibat kasus pembunuhan.

Terakhir, McAfee berambisi ingin menjadi presiden AS dengan menjadi calon dari kubu Libertarian.

Dikutip : Kompas

Begini Cara Cek Kuota Internet Telkom IndiHome

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) telah memberlakukan kebijakan pembatasan kuota internet atau FUP (fair usage policy) layanan IndiHome.

Kebijakan baru ini menimbulkan pertanyaan di tengah penggunanya, bagaimana cara mengecek kuota Indihome?

Seperti diketahui, FUP Telkomsel akan berlaku jika pengguna telah melewati batas kuota 300 GB per bulan. Jika batas itu dilewati, maka kecepatan akan diturunkan. Ini berlaku untuk pelanggan kecepatan 10 Mbps ke atas.

Jika melewati batas 300 GB, pelanggan akan tetap dapat dengan kecepatan 7,5 Mbps. Untuk pemakaian lebih dari 400 GB kecepatan akan dikurangi lagi menjadi 40 persennya. Selanjutnya, kecepatan tidak akan pernah turun lagi seterusnya (unlimited). 

Untuk memantau penggunaan kuota internet, pengguna bisa mengeceknya melalui situs http://www.indihome.co.id.

Kemudian, masuk ke menu “Usage Info” yang tersedia di situs tersebut. Sebagai langkah verifikasi,
maka sebelum dapat melihat informasi tersebut, pelanggan akan diminta memasukkan informasi nomor telepon rumah dan IndiHome, e-mail dan nomor ponsel.

Informasi volume pemakaian akses Internet yang ditampilkan adalah periode pemakaian pada bulan berjalan, mulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal saat pengecekan.

Tetapi tentu saja volume pemakaian tersebut tidak termasuk volume pemakaian data dari penggunaan UseeTV. 

"FUP hanya diberlakukan untuk layanan internet sehingga penggunaan UseeTV dibebaskan dari FUP," kata VP Consumer Marketing and Sales Telkom Jemy Confido dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Kamis (4/2/2016).

Menurut Telkom, tools untuk memonitor penggunaan internet ini sudah disiapkan dan diujicobakan, untuk memudahkan pelanggan mengetahui pemakaian Internet mereka. 

Saat ini tools tersebut bisa digunakan oleh pelanggan dengan mudah melalui situs Indihome.

Telkom mengklaim hasil pengecekan ratusan pelanggan menunjukkan penggunaan internet periode 1 - 4 Februari berkisar kurang dari 10 GB. Penasaran? Silahkan dicoba.

Dikutip : Kompas

BRTI: IndiHome Tak Boleh Sepaket dengan Telepon Rumah

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna mengatakan sudah bertemu dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan meminta klarifikasi mengenai pencabutan telepon rumah pengguna jika berhenti berlangganan IndiHome.

Menurut Ketut, hal seperti itu mestinya tidak boleh terjadi. Ini karena Telkom tidak diizinkan melakukan bundling layanan, dalam hal ini telepon rumah dan IndiHome. Artinya, perusahaan mesti menjamin bahwa pengguna bisa memilih layanan yang ingin dipakai.

Seharusnya, pelanggan Telkom dibolehkan jika memilih berhenti langganan IndiHome dan cuma ingin memakai telepon saja. Perusahaan mesti tetap melayani pilihan tersebut.

"Iya, kami sudah bertemu dengan Telkom untuk membahas IndiHome. Pertemuan itu cuma klarifikasi saja, bukan teguran atau peringatan. Kami ingin tahu penjelasan mereka," kata Ketut saat dihubungi KompasTekno, Jumat (5/2/2016).

"Mereka kan punya, antara lain, izin untuk jaringan tetap lokal berbasis voice, IP TV, dan internet service provider. Kami jelaskan bahwa secara regulasi, mereka tidak boleh mem-bundling layanannya. Kalau ada pengguna yang ingin berhenti layanan IndiHome dan ingin tetap menggunakan telepon, mesti dilayani," katanya.

Lebih lanjut, Ketut menambahkan, Telkom sudah menyanggupi untuk tetap memberikan layanan telepon kepada pelanggan yang berhenti berlangganan IndiHome. 

Namun, Ketut memberikan catatan. Meski tetap dilayani, nomor telepon pengguna yang berhenti langganan IndiHome bisa saja hangus karena masalah teknis. Telepon pun mesti berganti dengan nomor baru.

Kenapa nomor telepon hangus?

Sebelumnya, disebutkan bahwa berhenti langganan IndiHome berarti nomor telepon rumah hangus. Menurut Ketut, Telkom juga memberikan penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi.

Masalahnya adalah perbedaan kabel yang digunakan untuk menggelar layanan telepon dan internet IndiHome. Layanan telepon memakai kabel tembaga, sedangkan internet memakai serat optik (FO).

Pelanggan layanan voice sudah pasti menggunakan kabel tembaga, tetapi saat mereka melakukan upgrade ke layanan internet IndiHome, kabel itu mesti diganti menjadi serat optik.

"Masalahnya buat mereka, kalau IndiHome dicabut, maka mesti pasang kabel tembaga baru untuk layanan telepon saja," kata Ketut. 

Selain itu, blok nomor atau nomor telepon yang sebelumnya dipakai pengguna sudah melekat di serat optik. Karena itu, nomor tersebut tidak dapat dipakai lagi dan untuk bisa tetap mendapatkan layanan telepon, pengguna mesti memakai nomor baru.

"Kalau berhenti IndiHome, nomor lama belum tentu bisa dipakai lagi karena sudah beda blok," katanya.

Telkom memiliki paket Triple Play yang terdiri dari layanan internet IndiHome, layanan siaran televisi berbasis internet UseeTV, serta sambungan telepon rumah.

Sebelumnya, paket tersebut ramai jadi perbincangan karena berhenti langganan IndiHome juga berarti pencabutan telepon rumah.

Operator pelat merah itu juga sempat jadi sorotan netizen karena tindakannya memblokir Netflix. Pemblokiran dilakukan dengan alasan Netflix belum memenuhi aturan di Indonesia dan sarat konten negatif.

Dikutip : kompas

Telepon Rumah Dicabut jika Berhenti IndiHome

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memberikan penjelasan mengenai pencabutan saluran telepon jika konsumen berhenti berlangganan IndiHome.

Selama ini, saluran telepon menggunakan kabel tembaga. Namun, untuk layanan IndiHome, Telkom menggunakan kabel serat optik.

Kabel serat optik ini dinilai lebih andal dan bisa menjamin kecepatan internet. Selain itu, operator pelat merah ini juga memakai kabel yang sama untuk menggelar layanan bertelepon.

Menurut Director of Consumer Services PT Telkom, Dian Rachmawan, panggilan telepon melalui kabel serat optik itu menggunakan teknologi voice-over internet protocol (VoIP) atau dengan kata lain melalui sambungan internet.

"Voice over internet, jadi bila IndiHome-nya distop, otomatis layanan teleponnya juga berhenti," kata Dian kepada KompasTekno, Jumat (5/2/2016).

Setelah berhenti, pengguna pun belum tentu bisa kembali ke layanan telepon berbasis kabel tembaga karena bisa saja sentral telepon atau bagian switching-nya sudah diganti dengan kabel serat optik yang lebih modern.

Serat optik sebenarnya bisa saja jika hanya dipakai untuk layanan telepon. Namun, penggunaannya menjadi mubazir karena tetap saja telepon tersebut terhubung menggunakan koneksi internet.

"Apabila hanya satu play telephony, maka secara ekonomis menjadi lebih mahal ketimbang TriplePlay," kata Dian. 

Sekadar diketahui, TriplePlay yang dimaksud merupakan paket akses internet fiber to the home (FTTH), konten UseeTV, dan gratis telepon dalam menit tertentu untuk jangkauan lokal atau interlokal.

Selain itu, Telkom juga sedang melakukan migrasi sentral telepon digital menjadi softswitch IMS (IP multimedia subsystem). Langkah tersebut mengikuti tren dunia seiring teknologi lama yang sudah mulai tidak lagi dikembangkan.

Merujuk pada situasi tersebut, menurut Dian, tidak tepat jika Telkom dikatakan tidak melayani masyarakat yang membutuhkan layanan telepon dasar.

Walau demikian, dia berjanji, perusahaan akan mencari solusi bagi masyarakat tertentu yang masih membutuhkan layanan telepon rumah, asalkan jaringan yang dibutuhkan tersedia.

"Kami akan memperbaiki cara menjual layanan IndiHome ke pasar," ujar Dian.

Dikutip : Kompas

JNE Luncurkan Aplikasi My JNE

Aplikasi mobile merupakan salah satu cara yang bisa mendekatkan sebuah layanan dengan penggunanya. Selain penetrasi gawai yang cukup tinggi di Indonesia, aplikasi mobile bisa membawa sejumlah kemudahan dalam genggaman pengguna. JNE, sebagai salah satu pilihan layanan logistik baru saja meluncurkan aplikasi mobile mereka, My JNE.

Aplikasi My JNE sengaja dihadirkan JNE untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penggunanya. Sekarang melalui aplikasi My JNE pengguna tidak perlu lagi mengakses situs JNE hanya untuk mengetahui informasi tarif pengiriman atau status pengiriman mereka.

“Kerena sekarang sudah era digital, untuk membantu serta memudahkan para pedagang maupun konsumen yang belanja online, salah satu cara yang akan digunakan, yakni menghadirkan aplikasi mobile. Aplikasi tersebut akan diberi nama My JNE, dan akan di-publish ke masyarakat dalam waktu dekat,” ungkap VP of Marketing JNE Eri Palgunadi.

Saat ini aplikasi My JNE saat ini baru tersedia untuk gawai yang berjalan di atas platform Android. Namun Eri mengungkapkan bahwa My JNE juga akan hadir untuk gawai ber-platform iOS.

Lebih dekat dengan aplikasi My JNE

Seperti diungkapkan Eri, aplikasi My JNE memiliki semua fitur-fitur yang ada di situs JNE meliputi pengecekan tarif, pengecekan kiriman, mencari kantor JNE terdekat, dan fitur My COD bagi mereka yang ingin menjadikan JNE sebagai media pembayaran transaksi e-commerce.

Selain fitur My COD dan My COD Wallet, semua fitur tidak mengharuskan pengguna masuk menggunakan nomor telepon dan kata sandi. Fitur-fitur seperti pengecekan tarif, kiriman dan mencari kantor JNE terdekat bekerja dengan baik. Untuk fitur My COD dan My COD Wallet belum kami coba karena mengharuskan adanya transaksi.

Dari segi desain My JNE cukup sederhana namun “eye catching”. Didominasi warna merah, tata letak fitur-fitur pun terasa nyaman karena selalu di tampilkan di bawah layar. Di bagian atas fitur pengecekan tarif dan harga juga terdapat banner berisi informasi dan iklan dari JNE. Satu lagi yang mungkin bisa menjadikan aplikasi ini ramai digunakan adalah pengecekan tarif dan nomor resi cukup cepat dibandingkan dengan versi situsnya.

Dikutip : Daily Social

Grab Indonesia Targetkan Miliki 50% Pasar Transportasi Roda Dua

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata kemarin (3/2) secara resmi memperkenalkan Grab Indonesia sebagai entitas baru. Mempersatukan seluruh layanan transportasi di bawah satu bendera, Grab ingin menjaga momentum dari serangkaian pencapainnya di Indonesia.

Dengan wajah yang direpresentasikan oleh logo baru Grab sebagai filosofi kebebasan yang diusungnya. Dua garis pada logo baru tersebut terinspirasi dari jalan raya, dan mewakili jalan dengan segala kemungkinan yang tak berujung. Logo tersebut merupakan simbolisasi dari perjalanan baru Grab bersama dengan para mitranya, baik penumpang, pengemudi, karyawan, dan masyarakat pada umumnya.

“Kami merasa rebranding ini datang pada waktu yang tepat, dan merupakan hasil dari komitmen kami untuk menyediakan pelayanan serta pengalaman yang terbaik bagi seluruh pengguna di tanah air, dengan penekanan pada kecepatan, keamanan dan kehandalan,” ujar Ridzki dalam keterangannya.

Ridzki turut mengungkapkan ambisi Grab di Indonesia untuk meraih market share sebesar 50% di pasar transportasi roda dua. Mereka berharap meraih 50%-50% pasar antara GrabBike dan Go-Jek.

“Di Indonesia Grab telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Grab menjadi satu-satunya aplikasi transportasi yang dapat memberikan kebebasan kepada penumpang dalam memilih jenis transportasi yang mereka inginkan, mulai dari taksi, kendaraan pribadi hingga ojek, mengokohkan posisi nya sebagai aplikasi transportasi darat terkemuka di Indonesia. Kami juga menargetkan dan berada di jalur untuk memiliki 50 persen transportasi darat, kategori ojek,” papar Ridzki.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2012, Grab telah berevolusi dari aplikasi sederhana untuk pemesanan taksi menjadi perusahaan penyedia layanan transportasi darat terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 200.000 pengemudi aktif, diunduh di lebih dari 11 juta perangkat dengan 1,5 juta pemesanan di kawasan ini.

Sejak pertengahan tahun 2015, Grab mencatat rata-rata pertumbuhan jumlah tumpangan sebesar 35% per bulannya untuk layanan GrabCar dan 75% untuk layanan GrabBike di seluruh Asia Tenggara.

Dikutip : Daily Social
 
Copyright © 2013 Info Teknologi