Berita Terbaru

Mobile

Marketing

Internet

Berita

Showing posts with label internet. Show all posts
Showing posts with label internet. Show all posts

Google Perkenalkan Spaces, Aplikasi Messaging “Serba Ada”

Menjelang konfensi developer I/O 2016 bulan ini, Google memperkenalkan sebuah aplikasi baru bernama Spaces untuk pengguna mobile dan desktop.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (17/5/2016), Spaces adalah aplikasi messaging “serba ada” yang dirancang untuk group chat.

Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas untuk saling berbagi aneka konten dengan mudah tanpa harus keluar dari aplikasi ataupun melakukan copy-paste dari aplikasi lain.

Ini karena Spaces sudah dilengkapi dengan Google Search, YouTube, dan peramban Chrome terintegrasi.

Pengguna pun bisa langsung mencari hal-hal seperti foto, video, atau artikel di internet dan menampilkannya dalam obrolan tanpa perlu meninggalkan Spaces (untuk membuka browser, misalnya).

“Anda bisa menciptakan ruang (space) dengan satu klik dengan topik apapun, lalu mengundang orang lain ke dalamnya via pesan instan, e-mail, media sosial, atau cara lain yang diinginkan,” tulis product director Spaces, Luke Wroblewski, dalam sebuah posting blog.

Menurut Wroblewski, dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliknya seperti tersebut di atas, Spaces bisa membuat para anggota groupchat lebih fokus pada topik percakapan.

“(Sebelum Spaces hadir) Berbagi konten biasanya melibatkan berpindah-pindah antar aplikasi dan copy-paste tautan,” ujar Wroblewski. “Topik pikiran seringkali hilang ditimbun segala macam obrolan dan tak mudah ditemukan kembali.”

Spaces saat ini mulai tersedia untuk platform Android, iOS, desktop, dan mobile web. Sebelum bisa menggunakan Spaces, pengguna harus memiliki akun Gmail terlebih dahulu.

Seberapa efektif konsep obrolan grup “serba ada” yang diusung oleh Spaces? Google berniat mendemonstrasikannya dalam konferensi I/O 2016, tanggal 18 hingga 30 Mei mendatang.

Dikutip : Kompas

Google, Facebook, dan OTT Asing Gondol Rp 14 Triliun Keluar Indonesia

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai Indonesia memiliki potensi pasar digital yang luar biasa besar. Namun, hal itu belum optimal dimanfaatkan oleh pelaku industri digital di Tanah Air.

Bahkan, menurut APJII, Indonesia pada tahun 2015 lalu diprediksi kehilangan Rp 14 triliun dari pendapatan iklan digital. Kucuran uang tersebut lari ke penyedia layanan over the top (OTT) asing, seperti Facebook dan Google.

"Yang mendominasi pasar digital di Indonesia masih konten global, bukan konten lokal," kata Sarwani Dwinanto, Ketua Bidang Pengembangan Konten & Ekosistem Internet APJII dalam seminar Teknologi Digital dan Branding Pariwisata Sulawesi Selatan di Makassar yang diselenggarakan oleh Telkomsel dan Harian Kompas, Jumat (29/4/2016).

"Sayangnya dalam setahun terakhir ada uang Rp 14 triliun yang keluar dari Indonesia lewat digital ads. Mayoritas dimakan oleh Facebook dan Google," tegas Sarwani.

Dalam presentasinya, Sarwani mengungkap betapa pengguna internet di Indonesia itu memiliki potensi yang sangat tinggi. Indonesia menurut data APJII, memiliki pengguna internet yang terus bertambah dari tahun per tahunnya. Di 2014 lalu, jumlahnya 88,1 juta.

Kemudian pada 2015 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 90 juta orang. APJII memprediksi pengguna internet di Indonesia akan tembus 100 juta pada akhir 2016.

Sayangnya, potensi tersebut tidak dibarengi dengan ekosistem digital yang memadai. Selama ini aplikasi OTT asing, dikatakan Sarwani, lebih mendominasi. Sebagai contoh, Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya.

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia hingga tahun lalu adalah 73 juta orang. Sementara untuk Twitter,  dalam satu jam terdapat 2,4 juta kicauan yang bersamaan dicuitkan dari pengguna di Indonesia.

Twitter pun sempat mengungkap fakta bahwa Jakarta merupakan salah satu kota dengan kicauan Twitter paling ramai di dunia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri telah merilis naskah Rancangan Peraturan Menteri (Permen) tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet pada Jumat (29/4) lalu.

Jika sudah disahkan, naskah tersebut akan menjadi Permen yang mengatur eksistensi OTT asing di Indonesia, seperti Facebook, WhatsApp, Google, Netflix, dan layanan sejenisnya.
Dengan kata lain, seluruh layanan over the top (OTT) atau yang berjalan menumpang di jaringan internet harus mengikuti aturan itu.

Dikutip : Kompas

Di Indonesia, OTT Asing Harus Siap Disadap dan Disensor

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sedang melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet.

Naskah uji publik tersebut menunjukkan sejumlah poin yang akan dipakai untuk mengatur eksistensi penyedia layanan over the top (OTT), baik lokal maupun asing.

Ini Rahasia Developer Lokal Perluas Bisnis ke Ranah Global

Salah satu tantangan bagi pengembang aplikasi lokal adalah mengekspansi bisnis ke ranah global. Pasalnya, kondisi sosial, budaya, dan ekonomi di pasar lokal berbeda dengan global.

Pun begitu, nyatanya beberapa produk lokal mampu mendulang sukses di kancah internasional.

Tiga di antaranya adalah aplikasi edit foto "PicMix" buatan Inovidea Magna Global, game balap "Mini Racing Adventures" buatan Minimo, dan game nuansa kuliner "Ramen Chain" buatan Touchten.

Punya rating tinggi

Saat ini PicMix sudah diunduh 5 juta kali lewat toko aplikasi Google Play Store. Lebih dari 114 ribu pengguna mengulas aplikasi tersebut dan menghasilkan rating 4,2.

Jumlah pengunduh yang sama juga diraup Mini Racing Adventures. Lebih dari 100 ribu pengguna mengulas game tersebut dan terbukti cukup puas karena berhasil mencapai rating 4,3.

Tak kalah, Ramen Chain pun menghimpun rating 4,2 dari sekitar 42 ribu pengguna yang mengulas. Game tersebut telah diunduh satu juta kali di perangkat Android.

Lantas, apa strategi ketiganya meraup basis pengguna global?

Menurut CEO Touchten Anton Soeharyo, jika dari awal berambisi memboyong produk untuk pasar internasional, maka bungkusan produk harus menarik di mata global.

Ia mencontohkan konsep Ramen Chain. Nama game tersebut sudah mengindikasikan unsur budaya Jepang.

Seperti diketahui, Jepang adalah salah satu negara dengan budaya mengglobal layaknya Amerika, China, dan Korea Selatan. Dengan begitu, pasar internasional lebih mudah menerima produk yang ditawarkan. Tapi tetap ada unsur lokal yang disisipkan di dalam game.

"Misalnya ada nasi goreng juga di dalam game. Jadi untuk kulitnya kami gunakan pendekatan global, tapi ada unsur lokal yang melengkapi," kata Anton dalam acara "Google for Mobile" di Ballroom Hotel Sheraton, Mal Gandaria City, Jakarta. Hal tersebut disepakati pendiri Minimo Agung Subagyo.

Kualitas produk juga penting

Namun tanggapan berbeda datang dari CEO Inovidea Magna Global Calvin Kizana. Menurut dia, hal paling penting adalah kualitas produk. Dari awal, Calvin dan timnya tak punya ambisi muluk-muluk soal PicMix.

"Target pasar kami cuma orang Indonesia karena kami mau benar-benar lokal. Tapi tiba-tiba viral sampai ke luar negeri. Kami bisa bilang ini keberuntugan," kata dia pada kesempatan yang sama.

"Ini juga karena kami yakin produk kami berkualitas global. Memang kualitas yang paling penting," ia menambahkan.

Jangan lupakan SEO

Selain dari konten produk, ketiganya sepakat bahwa SEO alias "search engine optimization" memegang peran penting untuk mengakuisisi basis pengguna (user acquisition).

Anton mengatakan 90 persen basis pengguna game buatan Touchten datang dari keyword pencarian di laman Google.

Agung mengiyakan hal tersebut. Minimo tak segan menggelontorkan dana lebih untuk mengoptimalkan exposure produk mereka bagi khalayak maya.

Meski "Mini Racing Adventures" sudah diunduh 5 juta kali, timnya masih terdiri dari dua anggota dan berkantor di kamar kosan. Ia menganggap kurangnya SDM sebagai tantangan besar.

Pun begitu, alokasi dana yang dimiliki terlebih dulu harus digelontorkan untuk menarik minat pengguna dengan SEO. "Kami optimalkan kualitas produk dan juga analitik di Google," ujarnya.

Bak selai dan roti, SEO atau strategi pemasaran yang baik memang harus dikombinasikan dengan produk yang berkualitas. SEO membuat khalayak mengetahui keberadaan sebuah produk. Tapi untuk membuat khalayak bertahan, kualitas produk yang paling menentukan.

Dikutip : Kompas

Spotify Sudah Bisa Diakses di Indonesia

Sesuai dengan janjinya, layanan streaming musik Spotify akhirnya bisa diakses di Indonesia pada hari ini, Rabu (30/3/2016).

Pengguna di Indonesia kini bisa mengunduh aplikasi Spotify di berbagai gadget milik mereka, seperti Android, iOS, komputer desktop, dan Playstation. Selain itu juga bisa mendengarkan langsung melalui halaman web streaming-nya.

Pantauan KompasTekno, setelah memasang aplikasinya melalui Google Play, pengguna akan disambut dengan sejumlah daftar lagu. Salah satunya dibalut boks bertajuk “Waktunya Spotify” yang berisi berbagai lagu Indonesia populer.

Aplikasi over the top (OTT) asal Swedia ini juga sudah mencantumkan harga berlangganan di Indonesia. Mereka mematok harga Rp 50.000 per bulan.

Hal menarik dari pembayaran tersebut adalah sistemnya yang cenderung berbeda dengan layanan OTT lain. Spotify menawarkan metode pembayaran transfer ATM, internet banking, online payment Doku Wallet hingga membayar melalui jaringan toko waralaba Alfamart.

Ya, khusus pengguna di Indonesia bisa membayar biaya berlangganan tersebut melalui Alfamart. Layaknya membayar cicilan kredit motor atau membeli pulsa saja.

Selain metode yang disebutkan di atas, Spotify juga menawarkan pembayaran menggunakan kartu kredit. Khusus untuk pengguna yang memilih metode kartu kredit akan memperoleh bonus gratis berlangganan Premium selama 30 hari.

Kehadiran Spotify di Indonesia meramaikan persaingan layanan streaming musik. Seperti diketahui, selain aplikasi yang identik dengan warna hijau ini, ada juga iTunes Music, Joox, Langit Musik dan Guvera.

Aplikasi Spotify bisa diunduh melalui Google Play Store, Apple App Store, atau melalui PC.

Dikutip : Kompas

Kecepatan "Download" di Jakarta 7 Mbps, Papua Hanya 300 Kbps

Rata-rata kecepatan internet di wilayah-wilayah Indonesia ternyata sangat jomplang (berbeda jauh). Di kota-kota besar, kecepatannya bisa mencapai satuan Mbps. Sedangkan, di daerah terpencil hanya bisa merasakan internet dengan kecepatan di satuan Kbps saja.

Informasi tersebut diutarakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam kunjungannya ke kantor Kompas.com, Kamis (17/3/2016). Data itu sendiri didapatkan dari laporan Open Signal untuk periode Februari 2016 lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, kata Rudiantara, rata-rata kecepatan unduh (download) internet di Indonesia mencapai 5,46 Mbps.

Menariknya, kecepatan unduh di Ibu Kota Jakarta melebihi kecepatan rata-rata secara nasional atau negara. Berdasarkan Open Signal, kecepatan di Jakarta bisa menyentuh angka 6,9 Mbps, mendekati 7 Mbps.

"(Kecepatan unduh) Lebih bagus dari Bangkok dengan kecepatan hanya 2,33 Mbps; New Delhi 1,89 Mbps; dan Kuala Lumpur di 5,87 Mbps," papar Chief RA, panggilan akrabnya.

Sayangnya, kecepatan unduh di Jakarta ini sangat berbeda jauh dari wilayah terpencil Indonesia. Daerah seperti Papua dan Maluku ternyata hanya bisa menikmati kecepatan unduh antara 200 hingga 300 Kbps saja.

"Itu Jakarta (kecepatan unduhnya) 23 atau 25 kali dari sana. Yang kasihan Maluku dan Papua," ujar Rudiantara.

Pemerintah pun sudah mengupayakan agar kecepatan internet di Indonesia semakin merata ke seluruh wilayah. Salah satu upayanya melalui program Palapa Ring.

Program itu sendiri merupakan langkah pemerintah untuk menghadirkan internet hingga ke seluruh wilayah Indonesia, salah satunya menggunakan kabel optik bawah laut.

"Inilah yang membuat didorongnya program Palapa Ring agar (perbedaan kecepatan internet) tidak terlaluh jauh," tutur Rudiantara.

Dikutip : Kompas Tech

Pengguna BlackBerry Bakal Berhenti WhatsApp Akhir 2016

Penyedia layanan pesan instan WhatsApp mengumumkan akan menarik dukungannya dari 5 sistem operasi mobile, termasuk BlackBerry dan BlackBerry 10 pada akhir 2016 ini.

Hal tersebut diungkap oleh WhatsApp dalam postingan di blog resminya yang diunggah pada Jumat (26/2/2016) lalu. Adapun sistem operasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  • Nokia S40,
  • Nokia Symbian S60,
  • Windows Phone 7.1,
  • Android 2.1 dan Android 2.2, dan
  • BlackBerry (termasuk BlackBerry 10)


Menurut WhatsApp, hal itu dilakukan karena pihaknya ingin fokus ke platform mobile yang masih banyak dipakai saja.

"Sistem operasi tersebut telah menjadi bagian penting sejarah kami, namun mereka tidak memiliki kemampuan yang bisa membuat kami berkembang di masa mendatang," demikian tulis WhatsApp.

WhatsApp pun menyarankan jika masih ada pengguna peranti mobile dengan sistem operasi di atas, maka sebaiknya beralih ke peranti Android, iPhone atau Windows Phone terbaru sebelum akhir 2016.

Pengguna OS BlackBerry sendiri pada akhir 2015 lalu memang semakin mengecil. Survey comScore MobiLens menyebut pengguna BlackBerry per Desember 2015 lalu tinggal 0,9 persen saja.

Bahkan menurut survey Strategy Analytics, BlackBerry telah kalah pamor dari OS Tizen, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Samsung itu kini menjadi OS terpopuler ke-4 di dunia setelah Android, iOS, dan Windows Phone.

Dikutip : Kompas

Begini Cara Cek Kuota Internet Telkom IndiHome

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) telah memberlakukan kebijakan pembatasan kuota internet atau FUP (fair usage policy) layanan IndiHome.

Kebijakan baru ini menimbulkan pertanyaan di tengah penggunanya, bagaimana cara mengecek kuota Indihome?

Seperti diketahui, FUP Telkomsel akan berlaku jika pengguna telah melewati batas kuota 300 GB per bulan. Jika batas itu dilewati, maka kecepatan akan diturunkan. Ini berlaku untuk pelanggan kecepatan 10 Mbps ke atas.

Jika melewati batas 300 GB, pelanggan akan tetap dapat dengan kecepatan 7,5 Mbps. Untuk pemakaian lebih dari 400 GB kecepatan akan dikurangi lagi menjadi 40 persennya. Selanjutnya, kecepatan tidak akan pernah turun lagi seterusnya (unlimited). 

Untuk memantau penggunaan kuota internet, pengguna bisa mengeceknya melalui situs http://www.indihome.co.id.

Kemudian, masuk ke menu “Usage Info” yang tersedia di situs tersebut. Sebagai langkah verifikasi,
maka sebelum dapat melihat informasi tersebut, pelanggan akan diminta memasukkan informasi nomor telepon rumah dan IndiHome, e-mail dan nomor ponsel.

Informasi volume pemakaian akses Internet yang ditampilkan adalah periode pemakaian pada bulan berjalan, mulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal saat pengecekan.

Tetapi tentu saja volume pemakaian tersebut tidak termasuk volume pemakaian data dari penggunaan UseeTV. 

"FUP hanya diberlakukan untuk layanan internet sehingga penggunaan UseeTV dibebaskan dari FUP," kata VP Consumer Marketing and Sales Telkom Jemy Confido dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Kamis (4/2/2016).

Menurut Telkom, tools untuk memonitor penggunaan internet ini sudah disiapkan dan diujicobakan, untuk memudahkan pelanggan mengetahui pemakaian Internet mereka. 

Saat ini tools tersebut bisa digunakan oleh pelanggan dengan mudah melalui situs Indihome.

Telkom mengklaim hasil pengecekan ratusan pelanggan menunjukkan penggunaan internet periode 1 - 4 Februari berkisar kurang dari 10 GB. Penasaran? Silahkan dicoba.

Dikutip : Kompas

Google Chrome Hindarkan Tipuan Berkedok Tombol "Download"

Salah satu hal paling menyebalkan saat hendak mengunduh aplikasi gratis adalah kemunculan beberapa tautan bertuliskan "download" pada satu laman sekaligus. Pengguna dibuat bingung harus menekan tautan yang mana.

Pasalnya, hanya satu tautan pengunduhan yang asli. Lainnya merupakan tipu muslihat yang bakal membawa virus tak diundang ke komputer.

Google berusaha menumpas penipuan tersebut. Dilansir KompasTekno, Minggu (7/2/2016) dari Mashable, Google memperbarui browser Chrome dengan penambahan fitur khusus.

Fitur itu akan mewanti-wanti pengguna saat ingin masuk ke situs-situs yang menggunakan praktik penipuan tautan bertuliskan "download".

Untuk mengaktifkan fitur tersebut, pengguna cukup menekan menu tiga garis pada sisi kanan atas layar Chrome. Lalu pilih "Settings", "Advance", hingga ke "Privacy".

Ada beberapa kolom yang tercentang dan tak tercentang pada opsi "Privacy". Pengguna hanya perlu mencentang kotak dengan kalimat "protect you and your device from dangerous sites".

Setelah aktif, Chrome akan selalu memperingati pengguna saat akan membuka situs dengan tombol "download" palsu.

Peringatan itu kurang lebih berbunyi imbauan untuk menghindari situs tersebut. Lebih lanjut, peringatan akan menjelaskan bahwa situs yang hendak dikunjungi berisiko mengelabui pengguna dengan trik "jahat". Selamat mencoba!

Dikutip : Kompas

BMKG Hadirkan Aplikasi Informasi Cuaca Indonesia di Android

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini meresmikan kehadiran aplikasi mobile “Informasi Cuaca Indonesia” untuk ponsel pintar Android. Diharapkan kehadiran aplikasi Informasi Cuaca Indonesia ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi cuaca dari BMKG secara mudah.

“Saat ini BMKG melengkapi [akses informasi] dengan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis melalui perangkat berbasis Android dengan nama Informasi Cuaca Indonesia,” ujar Kepala Subbagian Hubungan Pers dan Media BMKG Taufan Maulana dilansir dari Liputan 6.

Secara fungsi, aplikasi ini tak jauh berbeda dengan aplikasi ramalan cuaca lain yang sudah beredar luas dan dapat diperoleh dengan mudah melalui toko-toko aplikasi populer. Informasi tampil pun cukup rinci, mulai dari prakiraan cuaca hingga informasi kecepatan angin.

Namun menurut BMKG, aplikasi informasi cuaca miliknya dapat memberikan peringatan dini cuaca. Informasi peringatan dini tersebut skalanya pun tak hanya sebatas provinsi, tapi juga hingga tingkat kecamatan.

Secara tampilan, aplikasi yang diluncurkan oleh BMKG ini sebenarnya bisa dibilang cukup bagus. Tidak ada banyak hambatan atau bugs juga yang ditemui ketika dicoba. Satu-satunya ketidaknyamanan yang ditemui adalah sulitnya menutup peramban dalam aplikasi yang ditujukan untuk membuka halaman BMKG.

Nilai lebih lain dari aplikasi ini adalah basis data kota yang informasi cuacanya ingin diakses. Dengan terintegrasinya aplikasi dengan server BMKG, wajar bila basis data kota yang dapat dicari bisa jauh lebih banyak dan lengkap jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis dari luar.

Namun satu hal yang cukup disayangkan adalah belum tersedianya widget untuk aplikasi Informasi Cuaca Indonesia ini. Padahal dengan ketersediaan widget, cara untuk mengakses informasi cuaca bisa jadi jauh lebih mudah bila dibandingkan harus membuka aplikasi terlebih dahulu. Toh kebanyakan dari aplikasi sejenis juga menyediakan itu dan saya rasa mengubah kebiasaan tanpa memberi sesuatu yang inovatif bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan.

Taufan berharap aplikasi ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat luas terhadap informasi BMKG di bidang cuaca secara sederhana, mudah, real-time, terpercaya, dan akurat. Ke depannya BMKG juga berencana untuk melengkapi aplikasi dengan menambah ketersediaan informasi iklim dan gempa.

Aplikasi Informasi Cuaca Indonesia dari BMKG ini baru tersedia untuk perangkat Android dengan sistem operasi 4.0 ke atas dan dapat diunduh melalui Google Play.

Dikutip : Daily Social

Situs Pengadilan Negeri Palembang Diretas "Korban Asap"

Situs Pengadilan Negeri (PN) Palembang diretas hacker tak dikenal. Sang peretas mengaku sebagai korban asap kebakaran hutan di Sumatera dan mengubah seluruh tampilan beranda situs menjadi sebuah surat terbuka.

Pantauan KompasTekno, hingga Minggu (3/12/2015) pagi, situs yang beralamat di www.pn-palembang.go.id ini hanya menampilkan sebuah halaman berlatar hitam ketika dibuka.

Selanjutnya suara musik akan mengalun mengiringi kata-kata yang muncul secara bertahap di halaman tersebut.

"Sungguh kecewa rasanya melihat keputusan bapak hakim yang menolak gugatan perdata pemerintah ke perusahaan yang membakar hutan, PT Bumi Mekar Hijau, anak perusahaan dari PT Sinar Mas," tulis sang hacker.

"Tidak kah bapak bisa melihat kami? Korban asap ? Harapan kami cuma satu hukumlah seberat-beratnya para pembakar lahan tapi apa yang bapak/ibu hakim lakukan? malah membebaskan gugatan ke pembakar lahan. Pemerintah sendiri yang menggugat dan bapak/ibu hakim menolak?" imbuhnya.

Selain surat itu, tidak ada keterangan siapa yang melakukan tindakan tersebut, hanya kode nama gunz_berry - Angel Dot Id saja yang disematkan di bagian tab. Selebihnya dia hanya mengaku sebagai korban asap.

Sebelumnya PN Palembang memang memenangkan PT Bumi Mekar Hijau yang digugat perdata senilai Rp 7,9 triliun.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai respon atas kasus kebakaran hutan di lahan konsesi seluas 20.000 hektar milik anak usaha Sinar Mas itu, pada 2014 lalu.

Sidang dipimpin oleh Hakim Parlan Nababan, yang namanya disebutkan dalam surat terbuka hacker. Dalam beberapa pertimbangannya, hakim menilai bahwa kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditumbuhi tanaman akasia.

Dikutip : Kompas

5 Bulan, Instalasi Windows 10 Tembus 200 Juta

Pada Oktober 2015 lalu, Microsoft mengklaim sistem operasi Windows 10 telah dipasang (install) sebanyak 110 juta kali di seluruh dunia. Kini di akhir tahun 2015, jumlahnya meningkat tajam.

Dikutip KompasTekno dari Winbeta, Rabu (30/12/2015), jumlah instalasi Windows 10 di akhir tahun 2015 telah melampaui angka 200 juta di seluruh dunia.

Windows 10 sebagai penerus Windows 8.1 dirilis ke publik oleh Microsoft pada Juli 2015 lalu, atau baru beredar selama 5 bulan.

Dengan demikian, bisa dikatakan jumlah instalasi Windows 10 rata-rata tiap bulannya adalah 40 juta di seluruh dunia.

Tingginya angka instalasi Windows 10 tersebut disinyalir terdorong oleh program upgrade gratis yang dibuat Microsoft bagi pengguna Windows 7 dan WIndows 8.1.

Selain upgrade gratis dari versi Windows sebelumnya, kepopuleran Windows 10 juga didukung oleh program Windows Insider dimana pesertanya bisa mengunduh OS tersebut secara gratis, serta penjualan PC ber-Windows 10 di libur akhir tahun ini.

Microsoft sendiri menargetkan sistem operasi Windows 10 terpasang di 1 miliar perangkat (PC dan mobile) dalam jangka waktu tiga tahun sejak perilisannya.

Dikutip : Kompas

5 Golongan Pengguna Smartphone Indonesia

Vserv, penyedia platform mobile marketing dan commerce, melakukan penelitian pada pengguna smartphone di Indonesia. Hasilnya, mereka mengelompokkan pengguna smartphone dalam lima persona (semacam profil pengguna). Lima persona itu adalah: rakus data, penggemar game, pengguna utama, iseng/awam, pembicara dan Bintang Sosial. Ternyata, persentase terbanyak pengguna smartphone di Indonesia berdasarkan penelitian itu adalah pengguna dengan persona rakus data.

Rakus Data
Sebanyak 20 persen pengguna smartphone di Indonesia masuk dalam golongan ini.  Konsumsi data yang dilakukan golongan ini mencapai 249 MB per hari. Ini termasuk dari WiFi (109 MB) dan layanan data operator (140 MB). Golongan ini menghabiskan waktu menggunakan ponsel sebanyak 126 menit per hari. Dengan waktu-waktu utama di malam hari (jam 19-22). Aplikasi favorit mereka, sudah bisa diduga, adalah YouTube. Menyusul kemudian aplikasi browsing UC Browser dan toko aplikasi Google Play.

Gamer
Persona berikutnya dari pengguna smartphone Indonesia adalah gamer alias penggemar game. Porsinya mencakup 19 persen. Golongan ini menghabiskan waktu bermain game di smartphone hingga 91,2 menit per hari. Dari sisi konsumsi data, masih cukup besar dengan angka 179 MB per hari (96 MB seluler; 83 MB WiFi). Game kesukaan mereka? Clash of Clans, LINE Let's Get Rich dan Hay Day.

Persona Lainnya
Bagaimana dengan pengguna jenis lain. Menurut penelitian itu masih ada pengguna jenis Pengguna Utama (17 persen), Pembicara (15 persen), Awam (15 persen) dan Bintang Sosial (14 persen).

Pengguna Utama adalah yang menghabiskan waktu memakai smartphone paling banyak, dibanding persona lainnya, dalam hal ini mencapai 155 menit.

Golongan Pembicara, adalah kelompok "bawel" yang menghabiskan hingga 10 menit per hari untuk menelepon (baik panggilan selular maupun voip).

Golongan Awam adalah pengguna yang paling minim memanfaatkan smartphone setiap harinya, hanya 108 menit. Menariknya, golongan ini diperkirakan berusia 36 tahun ke atas.

Golongan Bintang Sosial, mungkin sudah bisa diduga, adalah yang gemar "bersarang" di media sosial. Dengan aplikasi kegemaran: Facebook, twitter dan Path.

Vserv menggandeng Nielsen dalam penyusunan laporan tersebut. Laporan itu berdasarkan pengumpulan data pada 1.600 relawan di seluruh Indonesia selama 3 bulan.

Sagar Phadke, Direktur Eksekutif, Consumer Insights, Nielsen Indonesia, mengatakan pengetahuan akan pengguna smartphone di Indonesia ini bisa bermanfaat bagi para pemasar untuk menyusun strategi yang efektif.

Pranab Punj, Associate Vice President, Global Marketing, Vserv, mengatakan bahwa pesan yang disampaikan perusahaan bisa lebih relevan dengan mengetahui dan fokus pada persona pengguna yang tepat.

Dikutip : Kompas Tekno

Implementasi Program CyberSchool with IoT

Acara peresmian kerja sama implementasi program CyberSchool With IoT / Indosat Ooredoo
Melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) pilar edukasi “Indonesia Belajar”, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk mendukung pendidikan berbasis digital selama lima tahun ke depan. Komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi serangkaian dari uapaya transformasi Indosat Ooredoo yang baru saja digalakkan. Indosat Ooredoo memili visi untuk membawa dunia digital menjadi DNA perusahaannya.

Program Indonesia Belajar sendiri berfokus pada kegiatan pendidikan secara digital. Dalam mensukseskan kegiatan tersebut, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk menerapkan CREATE CyberSchool With IoT (Internet of Things) di 65 sekolah percontohan yang tersebar di lima wilayah Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Indosat Ooredoo Alexander Rusli menyampaikan:

“Inisiatif pendidikan secara digital Indonesia Belajar adalah salah satu cara dalam menerapkan komitmen kami menghadirkan dunia digital kepada semua orang. Dengan komitmen program selama lima tahun ini sebesar 1 juta dolar, Indosat Ooredoo ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang interaktif antara guru dan murid. Kami merasa terhormat dapat mengumumkan kemitraan dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk mendukung dan menerapkan CREATE CyberSchool With IoT.”

CREATE CyberSchool With IoT sendiri merupakan sebuah platform belajar berbasis cloud yang dikembangkan CREATE Foundation untuk memberikan sarana pembelajaran yang berkualitas bagi setiap siswa di seluruh Indonesia di manapun mereka berada dengan memanfaatkan teknologi digital. Masing-masing sekolah percontohan akan difasilitasi tablet yang telah dilengkapi dengan software dan aplikasi pendidikan.

Founder & Head of Trustee CREATE Foundation dan Member of Board of Trustees Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation Ilham Habibie menyampaikan:

“Kami mengembangkan platform pendidikan digital interaktif berbasis cloud dan telah kami uji coba di sekolah kami TechnoNatura sebagai laboratorium CREATE CyberSchool dengan IoT. Kerja sama antara Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation – CREATE Foundation dengan Indosat Ooredoo ini semakin mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.”

Di samping itu, Indosat Ooredoo akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada ratusan guru di Indonesia dan meningkatkan kompetensi mereka untuk bisa memberikan pendidikan digital sebaik mungkin. Terkait dengan dunia pendidikan nasional, Indosat Ooredoo ingin agar dunia digital menjadi salah satu cara untuk mengembangkan pendidikan yang mudah dijangkau oleh anak-anak di Indonesia.

President Commissioner Indosat Ooredoo Dr. Nasser Marafih mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki harapan yang cukup besar dari dunia digital.

“Masyarakat Indonesia mengharapkan manfaat dari dunia digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Seperti yang telah diumumkan pekan lalu, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk meningkatkan akses teknologi digital kepada semua orang. Inisiatif pendidikan secara digital ini merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung peningkatan pendidikan bangsa dan suatu saat dapat membuka akses untuk semua orang.”

Create Foundation menggunakan solusi berbasis IoT karena teknologi tersebut merupakan fenomena baru pada abad 21 yang diyakini akan mengubah pola interaksi, komunikasi, dan pendidikan di masyarakat luas.

Dikutip : Daily Social

Kemdikbud Dukung Optimasi Kegiatan Belajar Mengajar di Hackathon EduCode

Sektor pendidikan diakui sangat terbuka dalam pengadopsian teknologi untuk mendorong kualitas belajar-mengajar. Hal ini dipaparkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam kesempatan eksklusif dengan tim kami. Beliau mengidamkan aplikasi yang matang dari para peserta hackathon EduCode yang akan terselenggara nanti.

“Secara prinsip, ruangnya terbuka. Yang dibutuhkan adalah kehadiran teknologi untuk membuat kualitas pembelajaran meningkat. Bukan semata-mata ada teknologi yang lebih canggih tetapi proses belajar-mengajar sama saja,” kata Mendikbud Anies Baswedan.

Seperti yang telah kami kabarkan sebelumnya, pendidikan menjadi sektor yang belum merasakan pemanfaatan teknologi digital secara maksimal di Indonesia. Padahal hal tersebut mampu diperdayakan sebagai tools dan enabler untuk membangun edukasi yang lebih efektif.

Memahami betapa krusialnya potensi yang bisa diraih, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Pendidikan, yang berdiri langsung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), akan menggelar ajang kreasi penciptaan aplikasi dalam program EduCode bekerja sama dengan DailySocial.

Sebelum masuk ke perhelatan utama, pihak penyelenggara akan memberikan bekal yang bisa dikantongi oleh peserta, terutama dari aspek pembelajaran yang menjadi salah satu perhatian Anies Baswedan. Hadirnya teknologi seharusnya bisa mendorong kualitas pembelajaran meningkat secara signifikan.

“Jangan sampai seperti dahulu ketika kita pindah dari mesin ketik ke komputer, banyak yang masih menggunakan komputer untuk fungsi mesin ketik. Kelihatannya teknologi sudah hadir tapi sebenarnya ia tak mengubah banyak,” ucapnya.

Bekal yang dimaksud akan dikemas dalam satu agenda acara tersendiri yang membahas tentang tujuan dan target pencapaian hackathon EduCode. Dalam pertemuan yang rencananya akan diadakan pada tanggal 3 Desember ini bisa dimaanfaatkan sebagai ajang berbagi ide dan networking oleh para peserta.
 
Copyright © 2013 Info Teknologi