Berita Terbaru

Mobile

Marketing

Internet

Berita

Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

Gara-gara Ikan, Facebook Diblokir

Facebook diblok di Vietnam selama sepekan. Alasannya terkait aksi protes masyarakat ke pemerintah, menyusul insiden kematian ikan massal di sepanjang area perairan di Ha Tinh, Central Coast, Vietnam.

Berton-ton ikan dilaporkan mati, termasuk spesies langka dan spesies yang tinggal di dasar laut. Masyarakat yakin insiden tersebut disebabkan racun dari limbah manufaktur asal Taiwan, Formosa Plastics. Lokasi pabrik itu memang berdekatan dengan Central Coast.

Lebih jauh, masyarakat juga khawatir limbah beracun itu bakal berimbas pada air yang dikonsumsi sehari-hari. Lalu, apa hubungan signifikannya dengan Facebook?

Masyarakat ternyata paling gencar menyuarakan protes ke pemerintah lewat Facebook, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Rabu (18/5/2016).

Tak cuma protes individu, namun juga berkelompok. Masyarakat berkolaborasi menuntut kebijakan tegas dari pemerintah soal izin operasi pabrik tersebut di Negeri Lumbung Padi.

Saat dikonfirmasi, pemerintah mengelak kematian ikan yang terjadi tiba-tiba itu disebabkan aktivitas pabrik Formosa. Menurut juru bicara pemerintahan, hal itu disebabkan ledakan alga beracun dari bawah laut.

Hal itu seakan diiyakan Formosa. Pabrikan tersebut enggan dituduh sebagai penyebab insiden yang membuat masyarakat marah.

Belum jelas hingga kapan Facebook akan diblok di Vietnam. Sebelumnya, akses Facebook juga beberapa kali dilarang di Vietnam dengan beragam alasan.

Dikutip : Kompas

Facebook Live Tumbang Saat Siarkan Presiden Obama

Senin (16/5/2016) kemarin, Facebook menyiarkan sebuah event penting, yakni wawancara bertema politik dalam negeri dengan Presiden AS, Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC.

Tayangan high-profile yang disiarkan langsung lewat layanan live streaming Facebook Live itu dipandu oleh Legal Editor Buzzfeed, Chris Geidner, sebagai interviewer.

Sayang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Selasa (17/5/2016), belum lagi acara dimulai, Facebook Live tiba-tiba tumbang (crash) dan ngadat. Tayangan berhenti mendadak sebelum Obama sempat tampil.

Banjir keluhan pun mengemuka dari penonon. Buzzfeed terpaksa mengarahkan audiens ke live streaming YouTube lewat tautan di kolom komentar Facebook Live untuk melanjutkan  tayangan langsung.

Ironisnya, Facebook Live merupakan platform tayangan langsung yang digadang-gadang menjadi pesaing kuat layanan sejenis dari YouTube, juga live streaming mobile seperti Periscope dan Meerkat, tapi malah tumbang di saat genting.

Facebook gencar mempromosikan layanan streaming barunya, termasuk dengan membayar sejumlah outlet media agar memperbanyak konten yang disiarkan lewat Live.

Masih belum diketahui penyebab pasti di balik tumbangnya layanan Facebook Live, apakah karena kendala teknis atau soal lain.

Di samping crash, tayangan langsung ini juga dirundung masalah lain berupa angle kamera yang tidak tepat sehingga kepala Geidner dan Obama berada di luar frame ketika kedua orang itu bangkit untuk bersalaman. 


Dikutip : Kompas

Google Perkenalkan Spaces, Aplikasi Messaging “Serba Ada”

Menjelang konfensi developer I/O 2016 bulan ini, Google memperkenalkan sebuah aplikasi baru bernama Spaces untuk pengguna mobile dan desktop.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (17/5/2016), Spaces adalah aplikasi messaging “serba ada” yang dirancang untuk group chat.

Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas untuk saling berbagi aneka konten dengan mudah tanpa harus keluar dari aplikasi ataupun melakukan copy-paste dari aplikasi lain.

Ini karena Spaces sudah dilengkapi dengan Google Search, YouTube, dan peramban Chrome terintegrasi.

Pengguna pun bisa langsung mencari hal-hal seperti foto, video, atau artikel di internet dan menampilkannya dalam obrolan tanpa perlu meninggalkan Spaces (untuk membuka browser, misalnya).

“Anda bisa menciptakan ruang (space) dengan satu klik dengan topik apapun, lalu mengundang orang lain ke dalamnya via pesan instan, e-mail, media sosial, atau cara lain yang diinginkan,” tulis product director Spaces, Luke Wroblewski, dalam sebuah posting blog.

Menurut Wroblewski, dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliknya seperti tersebut di atas, Spaces bisa membuat para anggota groupchat lebih fokus pada topik percakapan.

“(Sebelum Spaces hadir) Berbagi konten biasanya melibatkan berpindah-pindah antar aplikasi dan copy-paste tautan,” ujar Wroblewski. “Topik pikiran seringkali hilang ditimbun segala macam obrolan dan tak mudah ditemukan kembali.”

Spaces saat ini mulai tersedia untuk platform Android, iOS, desktop, dan mobile web. Sebelum bisa menggunakan Spaces, pengguna harus memiliki akun Gmail terlebih dahulu.

Seberapa efektif konsep obrolan grup “serba ada” yang diusung oleh Spaces? Google berniat mendemonstrasikannya dalam konferensi I/O 2016, tanggal 18 hingga 30 Mei mendatang.

Dikutip : Kompas

Steller Resmi Hadir di Android

Aplikasi jejaring sosial yang sedang naik daun, Steller kini resmi tersedia di platform Android. Akun Twitter resmi Steller (@StellerStories) mengonfirmasi hal itu pada Selasa (3/5/2016).

Steller adalah aplikasi berbagi foto dan video yang bisa dirangkai menjadi sebuah cerita. Pengguna aplikasi bisa melihat postingan Steller layaknya sebuah album foto, video, dan cerita.

Google baru memajang Steller di toko aplikasi Play Store mulai hari ini. Versi Steller 1.0.0 memiliki ukuran 9,8 MB dan telah di-install sebanyak 5.000 - 10.000 kali.

Sebelumnya, aplikasi Steller hanya tersedia bagi pengguna iOS. Di Indonesia, pengguna perangkat Apple juga baru bisa meng-install Steller mulai April 2016 lalu.

Sementara pengguna Android di waktu yang sama sudah bisa mencoba Steller versi Beta dengan cara mendaftar sebagai beta tester di situs Google Play Store.

Dengan tersedianya Steller di Play Store, kini pengguna bisa langsung mengunduhnya melalui peranti ponsel yang mendukung, yaitu ponsel yang menjalankan sistem operasi Android versi 5.0 ke atas.

Untuk mengunduh aplikasi Steller versi 1.0.0 di platform Android, kunjungi toko aplikasi Android, Play Store di tautan berikut ini: Google Play

Dikutip : Kompas

Xiaomi Pastikan Peluncuran Mi Smartwatch

Xiaomi bakal meluncurkan beberapa lini produk baru pada 10 Mei mendatang. Antara lain phablet Mi Max, gelang pintar Mi Band 2, dan sistem operasi MIUI 8.

Kurang lebih sepekan menuju perhelatan tersebut, Xiaomi mengumumkan satu lagi produk yang bakal diluncurkan tahun ini. Tak lain adalah arloji pintar Mi Smartwatch.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Co-founder sekaligus Vice President Xiaomi Liu De pada sebuah konferensi di Beijing, China, sebagaimana dilaporkan Gizmochina dan dihimpun KompasTekno, Selasa (3/5/2016).

Lebih jauh, Liu De juga mengumbar waktu peluncuran smartwatch tersebut. Tak dipadankan dengan acara 10 Mei, Mi Smartwatch akan diluncurkan pada semester kedua 2016.

Artinya, para Mi Fans masih harus menunggu beberapa bulan dari sekarang. Kira-kira sekitar Juni atau Juli mendatang.

Ini adalah kali pertama Xiaomi mengakui keberadaan Mi Smartwatch, setelah beberapa kali digosipkan. Liu De mengatakan Xiaomi akan lebih fokus menggarap pasar wearable.

Mi Smartwatch sendiri adalah arloji pintar pertama buatan Xiaomi yang ditujukan bagi orang dewasa. Sebelumnya, Xiaomi hanya meluncurkan smartwatch untuk anak-anak dengan harga 46 dollar AS atau sekitar Rp 600.000.

Saat ditanya soal kegandrungan perusahaan teknologi memproduksi mobil pintar, Xiaomi tak menunjukan ketertarikan. Di ranah transportasi, Xiaomi lebih memilih mengembangkan hoverboard semacam Ninebot.

Dikutip : Kompas

Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

Aplikasi pesan instan WhatsApp diblokir oleh pemerintah Brazil selama 72 jam, terhitung sejak Senin (2/5/2016) siang waktu setempat. Penyebabnya, WhatsApp menolak memberi data penggunanya kepada pemerintah Brazil yang ingin memakainya untuk penyelidikan tindakan kriminal.

Ceritanya, pada 2013 lalu pemerintah Brazil berniat membuka data pengguna WhatsApp terkait dengan berbagai penyelidikan aksi kriminal online. Namun sistem enkripsi yang dipakai aplikasi tersebut membuat data-data tidak dapat dibuka dari luar.

Akhirnya, pada persidangan yang dilangsungkan pada 26 April lalu, hakim pengadilan Brazil meminta operator seluler di Brazil memblokir layanan pesan instan tersebut. Perintah pemblokiran telah disampaikan oleh hakim Marcel Montavao.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Selasa (3/5/2016), Montavao meminta agar lima operator telekomunikasi utama Brazil memblokir akses WhatsApp selama 72 jam.

Operator telekomunikasi yang melanggar perintah tersebut terancam sanksi denda senilai 500.000 real atau 140.000 dollar Amerika Serikat. Nilainya setara dengan Rp 1,8 miliar.

“Kami telah bekerja sama semampunya. Keputusan pemblokiran yang diambil oleh hakim di Sergipe membuat kami kecewa. Akibatnya 100 juta orang pengguna kami di Brazil bakal ikut menanggung hukuman tersebut, hanya demi memaksa kami menyerahkan informasi yang tidak kami miliki,” ujar juru bicara penyedia layanan pesan instan tersebut.

Pernah terjadi sebelumnya

Sebelumnya, WhatsApp juga pernah mengalami situasi serupa di Brazil pada Desember 2015 lalu. Perusahaan menolak menyerahkan data yang akan digunakan untuk penyelidikan kriminal sehingga pengadilan memerintahkan blokir selama 48 jam.

Namun perintah tersebut akhirnya tak berjalan efektif. Masyarakat setempat yang berkomunikasi mengandalkan aplikasi tersebut justru marah dan kecewa pada tindak pemblokiran.

Setelah berbagai rentetan kekecewaan menyesaki media sosial, pemerintah kembali membuka blokir WhatsApp. Total durasi pemblokiran saat itu hanya berlangsung 12 jam.

Dikutip : Kompas 

Yahoo Tawarkan Tanah ke Perusahaan China

Yahoo hendak menjual tanahnya yang berada di Santa Clara, California, AS, kepada produsen smartphone China LeEco. Tanah seluas 19,6 hektar tersebut dekat dengan area teknologi Silicon Valley.

Menurut juru bicara Yahoo, penjualan lahan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Namun, tak dibeberkan lebih lanjut berapa nilai yang ditawar untuk tanah luas di daerah strategis tersebut.

Jika benar, tampaknya LeEco hendak memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun area perkantoran yang lapang. Sebelumnya, LeEco memang dikabarkan bakal memperluas area bisnisnya.

Saat ini firma tersebut mengembangkan smartphone, TV, dan sepeda gunung. Ke depan, LeEco berencana membuat mobil elektronik, sebagaimana dilaporkan Investors dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016)

Kembali ke 2006

Yahoo membeli lahan yang berada di jantung California tersebut pada 2006 silam. Saat itu harganya masih 106 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun.

Awalnya, Yahoo membeli tanah tersebut untuk membangun sebuah kantor yang mengakomodir 12.000 pekerja. Pada tahun itu, bisnis Yahoo belum mandek seperti sekarang.

Sebenarnya Yahoo sudah memegang izin untuk membangun area perkantoran khusus riset di lahan tersebut. Ada 13 bangunan yang rencananya bakal memadati area itu.

Sayangnya, rencana tersebut tak pernah dimulai. Yahoo masih harus mengurusi prioritas lain, yakni membuat perusahaannya kembali menguntungkan.

Pada kuartal pertama 2016, pendapatan Yahoo dilansir 1,05 miliar dollar AS atau setara Rp 13,8 triliun. Pendapatan itu menurun 14 persen dari periode serupa tahun 2015.

Pendapatan yang terus berkurang dan biaya operasional yang terus bertambah membuat Yahoo terpaksa menutup kantor cabang di beberapa negara. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun berkali-kali dilakukan.

Dikutip : Kompas

Jerman Pasang Lampu Lalu Lintas Khusus Pengguna "Smartphone"

Sibuk memandangi smartphone sambil berjalan di tengah kota memang berbahaya. Salah-salah bisa celaka disambar kendaraan bermotor karena tak awas dengan lingkungan sekitar.

Pemerintah kota Augsburg di Jerman rupanya sudah capek dengan pejalan kaki model begini.

Seperti dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Senin (2/5/2016), alih-alih cuma mengimbau supaya tak sibuk dengan smartphone di jalanan, pihak pemkot Augsburg pun memutuskan untuk memasang lampu lalu lintas khusus untuk pengguna smartphone.

Letaknya bukan di tiang seperti umumnya lampu lalu lintas, tapi di bawah, tertanam di trotoar seperti pembatas jalan. Dengan begini, para pejalan kaki yang sibuk menunduk karena memandangi layar smartphone diharapkan tak luput melihatnya.

“Kami menyadari bahwa lampu lalu lintas biasa tak lagi berada dalam pandangan para pejalan kaki belakangan ini,” kata seorang anggota dewan kota Augsburg bernama Tobias Harms.

“Jadi kami memutuskan untuk memasang lampu-lampu tambahan. Semakin banyak lampu, semakin besar pula kemungkinan para pejalan kaki bakal melihatnya,” lanjut dia.

Sejauh ini, lampu lalu lintas untuk pejalan kaki yang sibuk dengan smartphone itu sudah dipasang di dua pemberhentian trem. Lampu-lampu akan berkedip dengan warna merah apabila ada trem yang tengah melaju.

Warga Jerman sebenarnya dikenal taat aturan lalu lintas. Namun, gara-gara sibuk dengan smartphone, banyak di antara mereka yang tak menyadari rambu-rambu di sekitar.

Akibatnya bisa fatal. Maret lalu di kota Munich -juga di Jerman-, seorang gadis berusia 15 tahun tewas terseret kereta karena sibuk mengetik pesan teks sambil menyeberang rel.

Beberapa kota di negara lain juga mulai berupaya mengamankan para pejalan kaki yang sibuk dengan smartphone.

Kota Chongquing di China, misalnya, sejak 2014 memisahkan jalur trotoar menjadi dua lajur: satu untuk pejalan kaki biasa, satu lagi untuk pejalan kaki yang mengutak-atik ponsel.

Lalu, kota New Jersey di AS berencana mengeluarkan aturan baru untuk menghukum pejalan kaki yang menyeberang jalan sambil memandangi ponsel.

Dikutip : Kompas

Intel Angkat Kaki dari Industri "Smartphone"?

Usai menghabiskan dana miliaran dollar AS dalam usaha mengembangkan bisnis ke ranah smartphone dan tablet, Intel mungkin telah menyerah dan meninggalkan upayanya itu.

Dugaan ini muncul dari kabar yang menyebutkan bahwa raksasa chip tersebut membatalkan pengembangan dua chip Atom untuk mobile, yakni Sofia dan Broxton, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PC World, Senin (2/4/2016).

Sofia dan Broxton merupakan produk pertama yang dibatalkan oleh Intel menyusul rencana perusahaan tersebut untuk mengatur ulang strategi bisnis. Sebelumnya, pada April lalu, Intel telah mengumumkan bakal merumahkan 12.000 karyawannya.

Intel turut menghentikan produksi chip seri Atom X5 (Cherry Trail). Prosesor ini akan digantikan oleh chip Pentium dan Celeron code name Apollo Like yang lebih menyasar komputer “hybrid” 2-in-1, bukan tablet seperti Atom X5.

“Kami tak lagi memandang tablet sebagai segmen stand-alone. Roadmap produk kami mencerminkan hal itu,” tulis seorang juru bicara Intel melalui e-mail.

“Kami akan terus mendukung para pelanggan tablet dengan Sofia 3G/ 3GR, Bay Trail, dan Cherry Trail untuk saat ini, lalu nanti dengan Apollo Lake dan beberapa SKU dari keluarga prosesor Core,” lanjutnya.

Jaya di netbook, gagal di smartphone

Seri chip Atom sempat mengalami masa jaya saat booming perangkat netbook di dekade lalu. Tapi setelah itu peruntungannya tak cemerlang.

Hanya segelintir pabrikan smartphone ternama yang menggunakan chip Atom di produknya, seperti Asus di lini ponsel Zenfone. Tapi, belakangan Asus pun mulai beralih meninggalkan Intel dan lebih memilih chip dari Qualcomm.

Boleh dibilang Intel gagal menumbangkan ARM yang telah lama meraja di industri gadget mobile.

Sementara, pasaran tablet pun menurun karena para pabrikan PC lebih memilih mengembangkan perangkat hybrid. Keadaan ini membuat Intel seolah kehilangan alasan untuk mempertahankan eksistensi Atom.

Usai hengkang dari ranah mobile, Intel bakal memindahkan fokus ke pengembangan 5G. Sumber daya yang tadinya dipakai mengembangkan Sofia dan Broxton bisa dialihkan untuk membuat chip dan modem 5G.

Teknologi 5G akan menghadirkan koneksi mobile berkecepatan tinggi di berbagai perangkat, termasuk gadget mobile, PC, smartphone, robot, drone, wearable, dan Internet of Things.

Akan halnya Atom, kendati masa depannya belum jelas, ada kemungkinan varian Broxton bisa dipakai di ranah Internet of Things, dalam aneka perangkat dan sensor pintar yang mengumpulkan data dan mengirimnya ke jaringan cloud untuk dianalisa.

Dikutip : Kompas

Google Diam-diam Berencana Beli Pesaing WhatsApp?

Beberapa tahun lalu, Google dikabarkan hendak membeli WhatsApp. Pertama kali senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 13 triliun), lalu kedua kali menjadi 10 miliar dollar AS (Rp 131 triliun).

Kabar itu dibantah Google. Kenyataannya, WhatsApp kemudian bersedia diakuisisi Facebook dengan harga lebih menggiurkan, yakni 19 miliar dollar AS atau setara Rp 250 triliun.

Kini, lagi-lagi Google disebut-sebut hendak mengakuisisi layanan pesan singkat. CEO Google Sundar Pichai dikatakan diam-diam telah bertemu pendiri Telegram Pavel Durov pada akhir tahun 2015.

Rumornya, Google berminat membeli pesaing WhatsApp tersebut senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun. Hal ini dibenarkan beberapa investor yang familiar dengan rencana akuisisi tersebut.

Saat dikonfirmasi, Durov membenarkan pertemuan dengan Pichai, sebagaimana dilaporkan 9to5Google dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016).

Namun Durov enggan mengiyakan soal rencana akuisisi. Juru bicara Telegram bahkan memberikan pernyataan lebih lantang.

"Ini omong kosong. Tak ada pembicaraan akuisisi. Tak ada rencana sama sekali," kata sang juru bicara.

Benar atau tidaknya akuisisi tersebut, Google tampaknya sedang membangun kiprahnya untuk layanan pesan singkat.

Desember lalu, Google mengatakan sedang mempersiapkan layanan pesan singkat yang bakal dilengkapi asisten digital. Hal ini serupa dengan inisiasi Facebook menyematkan chatbot pada aplikasi Messenger.

Lebih lanjut, Google juga terlibat dalam pendanaan 100 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) untuk startup pesan singkat bernama "Symphony". Layanan tersebut kurang lebih sama dengan Telegram, yakni mengedepankan keamanan berkomunikasi maya.

Dikutip : Kompas

DSLR Canon 1DX Mark-II Resmi Masuk Indonesia

Empat tahun setelah kehadiran kamera profesional seri EOS-1DX, Canon menelurkan penerusnya yang bernama EOS-1DX Mark II.

Kamera anyar tersebut kini telah resmi memasuki pasaran Indonesia lewat acara peluncuran yang digelar di Jakarta oleh PT Datascrip selaku distributor tunggal kamera Canon di Indonesia, Sabtu (30/4/2016).

Canon EOS-1DX Mark II dijadwalkan mulai tersedia pada bulan Mei mendatang dengan harga Rp 82.500.000 (body only). Pihak Datascrip menargetkan akan menjual 150 unit EOS-1DX Mark II sepanjang tahun 2016.

Direktur Divisi Canon PT Datascrip, Merry Harun, mengatakan bahwa Canon EOS-1DX Mark II ditujukan bagi para profesional yang membutuhkan kecepatan dan ketangguhan dari sebuah kamera.

“Targetnya fotografer yang memang running di highspeed, misalnya untuk bidang sport, juga para jurnalis,” ujar Merry ketika ditemui KompasTekno usai acara peluncuran.

Sebagai DSLR kelas profesional yang menduduki urutan teratas dalam hierarki produk kamera Canon, EOS-1DX Mark II dibekali dengan berbagai macam teknologi tebaru dari pabrikan Jepang tersebut.

EOS-1DX Mark II memiliki sensor full-frame 20,2 megapiksel yang dipasangkan dengan chip pengolah gambar Digic 6+. Sistem autofokusnya memiliki 61 titik, 41 di antaranya merupakan jenis cross-type.

Sesuai dengan perannya untuk menangkap aksi cepat, kamera ini memiliki burst rate sangat tinggi, mencapai 14 FPS untuk pemotretan dengan viewfinder atau 16 FPS untuk pemotretan dengan live view.

Canon turut membenamkan kemampuan merekam video 4K 60p dengan continuous autofocus berkat teknologi Dual-Pixel AF.  Tiap frame dari video 4K  bisa diambil menjadi still picture JPEG dengan resolusi 8,8 megapiksel dengan fitur frame grab.

Unit shutter EOS-1DX mark II didesain tangguh dengan actuation rating 400.000 kali jepret. Tubuh kamera ini terbuat dari magnesium alloy dan sanggup menahan cipratan air serta debu layaknya kamera profesional.

Dikutip : Kompas

Microsoft Larang Cortana Pakai Google dan Chrome

Microsoft memutuskan untuk melarang asisten digital Cortana mengakses mesin pencari milik Google dan Chrome.

Dengan demikian, semua pencarian melalui Cortana di Windows 10 otomatis memakai mesin pencari milik Microsoft, Bing. Tidak lagi bisa menggunakan Google Search.

Selain itu, Cortana hanya akan menggunakan aplikasi browser Microsoft Edge. Browser lain, seperti Chrome, Firefox, dan Opera harus gigit jari.

Sebelumnya, pengguna Cortana di Windows 10 bisa mengganti mesin pencari dan browser yang mereka gunakan. Umumnya, pengguna menanggalkan Bing dan Edge, lalu menggantinya dengan Google Search dan Chrome.

Microsoft beralasan aturan baru ini diberlakukan demi memberi pengguna pengalaman pencarian yang lebih baik.

"Satu-satunya cara agar kami yakin bisa mempertahankan pengalaman personalisasi pencarian adalah dengan menyatukan Cortana, Edge, dan Bing," tulis General Manager of Search and Cortana, Microsoft, Ryan Gavin seperti dilansir KompasTekno dari blog Windows, Senin (2/5/2016).

Sekadar diketahui, bukan cuma Microsoft yang menyatukan aplikasi asisten pribadi dengan mesin pencari buatan sendiri. Siri milik Apple dan Google Now milik Google juga melakukan hal serupa. Keduanya masing-masing terkunci pada satu jenis mesin pencari.

Keharusan menggunakan Edge dan Bing ini hanya berlaku untuk Cortana. Pengguna Windows 10 masih bisa menggunakan browser dan mesin pencari lain untuk pemakaian sehari-hari.

Dikutip : Kompas

Grab Uji Layanan Pesan-Antar Makanan

Layanan ride sharing Grab baru saja meluncurkan fitur baru bernama GrabFood. Sesuai dengan namanya, pengguna bisa memakai fitur ini untuk mendapatkan layanan pesan-antar makanan.

Pengguna mesti memperbarui aplikasi Grab terlebih dulu supaya bisa mencoba fitur pesan-antar makanan tersebut. Bila memakai ponsel Android, pastikan memperbarui aplikasi Grab ke versi 4.2.1, sedangkan untuk iOS pastikan aplikasi Grab sudah versi 4.2.0.

Klik tautan ini jika ingin memperbarui aplikasi di platform Android, atau klik tautan ini jika ingin memperbarui aplikasi di platform iOS.

Pantauan KompasTekno, Senin (2/5/2016) dini hari, GrabFood masih merupakan layanan uji coba (beta) dan hanya tersedia di wilayah tertentu di Jakarta saja. Areanya pun masih terbatas di sekitar Sudirman Central Business District (SCBD), Semanggi, Senayan dan Kuningan.

Selain itu, pengguna cuma bisa memesan makanan di jam-jam tertentu saja. Selama masa uji coba atau beta itu, pemesanan dibuka pada pukul 11.00 siang dan ditutup pada pukul 14.00 siang.

KompasTekno sudah mencoba membuka aplikasi Grab pada pukul 00.30 dini hari dan tidak menemukan fitur GrabFood di aplikasi utama Grab.

Bersaing dengan GoFood

Seperti halnya layanan pesan-antar makanan GoFood milik Go-Jek, Grab juga mematok tarif untuk setiap pengantaran. Saat ini tarif mereka adalah Rp 20.000 untuk sekali antar.

Layanan pesan-antar makanan GrabFood akan bersaing dengan layanan serupa milik Go-Jek yang telah dirilis lebih dahulu.

Dua layanan berbasis aplikasi itu kini saling "sikut-sikutan" dengan merilis layanan yang serupa. Sebelumnya, Go-Jek diketahui meluncurkan layanan baru berupa jasa rental mobil yang diberi nama Go-Car, layanan itu digadang-gadang sebagai pesaing GrabCar.

Kini, giliran Grab yang merilis layanan pesan-antar makanan GrabFood. Belum diketahui kapan masa uji coba layanan pesan-antar makanan dari Grab ini berakhir agar bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Dikutip : Kompas

Google Perkenalkan Sabuk Android Wear yang Mudah Diganti

Apple Watch dikenal memiliki mekanisme penggantian sabuk yang mudah, cukup dengan menekan satu tombol dan menggeser sabuk ke arah luar.

Tak mau kalah, Google pun memperkenalkan lini aksesori baru yang khusus ditujukan untuk perangkat arloji pintar Android Wear, Mode namanya.

Dirangkum KompasTekno dari The Verge, Minggu (1/5/2016), Mode bisa digunakan pada jam tangan apapun yang memiliki lug atau sambungan standar dengan spring bar penahan sabuk.

Tak semua arloji Android Wear memiliki lug standar ini. Moto 360 generasi pertama, misalnya, memiliki spring bar yang tersembunyi di balik tubuh smartwatch. Moto 360 generasi kedua memiliki lug standar yang menonjol di luar tubuh sehingga bisa dipasangi sabuk Mode.

Cara memasangnya sederhana saja, pengguna cukup menekan dan menahan sebuah tuas kecil untuk membuka pengunci di ujung sabuk, lalu menyelipkan spring bar di antara celah yang tersedia.

Begitu tuas kecil dilepas, kunci pun akan menutup dan menahan sabuk di tempatnya.

Mode saat ini tersedia dalam 10 variasi bahan kulit dan 6 model berbahan silikon aneka warna. Masing-masing tersedia dalam empat pilihan lebar sabuk, yakni 16mm, 18mm, 20mm, dan 22mm.

Harganya dipatok sebesar 50 dollar AS untuk sabuk berbahan silikon dan 60 dollar AS untuk bahan kulit.

Selain dari Google, pabrikan lain pun diberi kebebasan untuk membuat aksesori sabuk serupa Mode, asalkan mekanisme Mode diperoleh dari vendor resmi Google dan produknya lolos pengujian daya tahan serta brand guideline.



Dikutip : Kompas

Keuntungan Facebook Tembus Rp 19 Triliun

Saham raksasa media sosial Facebook meningkat setelah melaporkan kenaikan keuntungan sampai tiga kali lipat dalam kuartal pertama 2016 menjadi 1,51 miliar dollar AS (sekitar Rp 19,8 triliun).

Sementara pendapatan dari iklan meningkat menjadi 5,2 miliar dollar AS (Rp 68 triliun) dari 3,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 46 triliun) tahun sebelumnya, dengan 80 persen lebih berasal dari telepon genggam.

Di Indonesia, OTT Asing Harus Siap Disadap dan Disensor

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sedang melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet.

Naskah uji publik tersebut menunjukkan sejumlah poin yang akan dipakai untuk mengatur eksistensi penyedia layanan over the top (OTT), baik lokal maupun asing.

Bukti Xiaomi Mi5 Tidak Mempan Digergaji, Dipaku, dan Dibor

Ponsel Android terbaru Xiaomi, Mi5 Pro ternyata memiliki ketahanan yang luar biasa. Hal tersebut terbukti dari video "penyiksaan" yang dilansir oleh seorang YouTuber bernama Alex Wang.

Mi5 sendiri baru dirilis pada Mobile World Congress 2016 di Barcelona pada 24 Februari lalu. Di ajang tersebut, Xiaomi memperkenalkan beberapa versi smartphone, termasuk Mi5 Pro.

Selain memiliki spesifikasi yang paling atas, Mi5 Pro memiliki keunggulan dari segi material tubuh. Bagian belakang perangkat tersebut dilengkapi dengan cangkang berbahan keramik.

Xiaomi menyatakan bahan tersebut sangat keras hingga mampu menghindarkan perangkat dari goresan akibat tergesek benda keras. Nah, klaim itulah yang berusaha dibuktikan oleh Wang, dalam video yang dikerjakannya itu.

Di video tersebut, Wang tampak cukup sadis menyiksa Mi5 Pro ini. Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Kamis (31/3/2016), Wang berusaha menggores bahan keramik tersebut dengan menggunakan kunci, paku, hingga gergaji.

Menariknya, cangkang bagian belakang itu masih mampu bertahan, tidak mengalami "luka" atau tergores sedikit pun.

Setelah itu, Wang semakin "menggila". Ia memutuskan untuk mengebor perangkat tersebut. Hasilnya? Mi 5 Pro ternyata tetap mampu bertahan, tanpa ada bekas goresan sedikit pun.

Dikutip : Kompas

Spotify Sudah Bisa Diakses di Indonesia

Sesuai dengan janjinya, layanan streaming musik Spotify akhirnya bisa diakses di Indonesia pada hari ini, Rabu (30/3/2016).

Pengguna di Indonesia kini bisa mengunduh aplikasi Spotify di berbagai gadget milik mereka, seperti Android, iOS, komputer desktop, dan Playstation. Selain itu juga bisa mendengarkan langsung melalui halaman web streaming-nya.

Pantauan KompasTekno, setelah memasang aplikasinya melalui Google Play, pengguna akan disambut dengan sejumlah daftar lagu. Salah satunya dibalut boks bertajuk “Waktunya Spotify” yang berisi berbagai lagu Indonesia populer.

Aplikasi over the top (OTT) asal Swedia ini juga sudah mencantumkan harga berlangganan di Indonesia. Mereka mematok harga Rp 50.000 per bulan.

Hal menarik dari pembayaran tersebut adalah sistemnya yang cenderung berbeda dengan layanan OTT lain. Spotify menawarkan metode pembayaran transfer ATM, internet banking, online payment Doku Wallet hingga membayar melalui jaringan toko waralaba Alfamart.

Ya, khusus pengguna di Indonesia bisa membayar biaya berlangganan tersebut melalui Alfamart. Layaknya membayar cicilan kredit motor atau membeli pulsa saja.

Selain metode yang disebutkan di atas, Spotify juga menawarkan pembayaran menggunakan kartu kredit. Khusus untuk pengguna yang memilih metode kartu kredit akan memperoleh bonus gratis berlangganan Premium selama 30 hari.

Kehadiran Spotify di Indonesia meramaikan persaingan layanan streaming musik. Seperti diketahui, selain aplikasi yang identik dengan warna hijau ini, ada juga iTunes Music, Joox, Langit Musik dan Guvera.

Aplikasi Spotify bisa diunduh melalui Google Play Store, Apple App Store, atau melalui PC.

Dikutip : Kompas

"Google for Mobile" Mau Latih 100.000 Pengembang Lokal

Pemerintah hendak mencetak 1.000 teknopreneur hingga 2020 mendatang. Meski tak berafiliasi langsung, Google juga mematok target ambisius yang berkenaan dengan rencana itu.

Raksasa mesin pencari tersebut ingin melatih 100.000 pengembang aplikasi seluler alias "mobile developer" di Tanah Air hingga 2020 mendatang. Hari ini, Kamis (31/3/2016), langkah pertama Google dimulai dengan menggelar acara bertajuk "Google for Mobile".

Selama sehari, para pengembang aplikasi dan game lokal diajak berdiskusi dan belajar dari para ahli produk Google, pemimpin industri, dan sesama pengembang lokal maupun luar negeri yang telah sukses.

Acara yang dihadiri ratusan pengembang lokal tersebut digelar sejak pukul 9 pagi hingga 5 sore nanti di ballroom Hotel Sheraton, Mal Gandaria City, Jakarta. Tak ada pungutan biaya bagi peserta yang hendak menambah wawasan di acara tersebut.

Para peserta diharapkan mampu memperoleh tips dan trik terbaik tentang bagaimana membuat produk yang bermutu, berinteraksi dengan pengguna, dan mengembangkan bisnis mobile.

Alasan di balik rencana Google

Inisiasi Google melatih 100.000 pengembang lokal bukan tanpa alasan. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu pasar utama sistem operasi mobile Android buatan Google. Ponsel pintar tak ubahnya benda vital yang setia menemani masyarakat modern Indonesia tiap harinya.

Menurut Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami, pasar aplikasi dan game di Indonesia sedang berkembang pesat. Ribuan pengembang lokal menciptakan aplikasi mobile dan jutaan orang menginstal aplikasi di smartphone untuk memudahkan hidup mereka.

Beberapa pembicara yang hadir pada "Google for Mobile" antara lain Head of Business Development Google Kunal Soni, Director Market Insight Google APAC Georges Mao, dan Business Development Manager Google Play David Yin.

Adapun pembicara dari jejeran pengembang antara lain CEO Inovidea Magna Global Calvin Kizana, CEO Touchten Games Anton Soeharyo, CEO Halfbrick Studios Shainiel Deo, dan masih banyak lagi.

Dikutip : Kompas

Go-Jek Bersiap Luncurkan Go-Car

Start up transportasi asal Indonesia, Go-Jek, berencana memperluas layanannya dengan menyediakan moda transportasi sewaan berbasis kendaraan roda empat (mobil). Layanan itu akan diberi nama Go-Car.

Kabar tersebut datang dari Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah.

Menurut Andri, seperti dikutip KompasTekno dari The Jakarta Globe, Kamis (31/3/2016), Go-Jek sedang menyiapkan sistem yang sama dengan yang dipakai oleh Grab.

"(Go-Jek) menanyakan syarat bagaimana prosedur untuk membuat Go-Car, mereka berencana bekerja sama dengan perusahaan taksi, saya bilang silakan saja," kata Andri sehari setelah bertemu dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim.

Menurut Andri, Go-Jek hanya perlu membicarakan rencananya itu dengan perusahaan taksi dan Organda untuk berdiskusi soal tarif.

"Kami akan mempelajari hasil studinya dan memberi izin saat semuanya beres," kata Andri.

Dikatakan oleh Andri, Go-Jek tidak perlu lagi membuat badan hukum atau mengurus izin baru karena operator-operator taksi yang akan diajak bekerja sama telah memilikinya.

Layanan taksi berbasis aplikasi belakangan kian marak di Indonesia. Selain Grab, Uber juga diketahui memiliki layanan tersebut. Keduanya sempat mendapatkan penolakan dari pelaku di industri taksi konvensional.

Pada akhirnya, pemerintah mengambil jalan tengah dengan meminta agar setiap start up transportasi yang beroperasi di Indonesia harus memiliki badan usaha tetap atau bekerja sama dengan perusahaan/koperasi lokal yang sudah memiliki badan hukum sehingga bisa dikenai pajak.

Dikutip : Kompas
 
Copyright © 2013 Info Teknologi