Berita Terbaru

Mobile

Marketing

Internet

Berita

Sony Perkenalkan Xperia XA Ultra, Android Bongsor Khusus "Selfie"

Ponsel bongsor untuk para penyuka selfie? Kenapa tidak? Itulah yang ditawarkan oleh Sony melalui produk terbarunya, Xperia XA Ultra.

Sesuai dengan embel-embel “Ultra” pada namanya, Xperia XA Ultra memiliki layar lebar berukuran 6 inci (1.920 x 1.080 piksel).

Di atas layar itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Inquirer, Rabu (18/5/2016), terdapat sebuah kamera depan 16 megapixel yang diklaim mampu menghasilkan “pose sempurna baik siang maupun malam”.

Kamera depan dengan resolusi tinggi tersebut turut didampingi sebuah flash dan fitur optical image stabilization untuk meredam goyangan, terutama saat pengambilan gambar dalam kondisi low-light.

Di dalam, Xperia XA Ultra memiliki spesifikasi papan tengah. "Jeroannya" mencakup prosesor octa-core MediaTek Helio P10, dipadu RAM 3 GB, dan media internal 16 GB yang bisa diekspansi dengan slot kartu microSD.

Ada juga kamera utama 21 megapiksel, sistem operasi Android 6.0 Marshmallow, dan baterai 2.700 mAh yang terlihat kecil mengingat ukuran layarnya yang bongsor.

Sony rencananya akan mulai memasarkan Xperia XA Ultra di sejumlah negara mulai bulan Juli mendatang, tapi informasi harganya masih belum diketahui.



Dikutip : Kompas

Gara-gara Ikan, Facebook Diblokir

Facebook diblok di Vietnam selama sepekan. Alasannya terkait aksi protes masyarakat ke pemerintah, menyusul insiden kematian ikan massal di sepanjang area perairan di Ha Tinh, Central Coast, Vietnam.

Berton-ton ikan dilaporkan mati, termasuk spesies langka dan spesies yang tinggal di dasar laut. Masyarakat yakin insiden tersebut disebabkan racun dari limbah manufaktur asal Taiwan, Formosa Plastics. Lokasi pabrik itu memang berdekatan dengan Central Coast.

Lebih jauh, masyarakat juga khawatir limbah beracun itu bakal berimbas pada air yang dikonsumsi sehari-hari. Lalu, apa hubungan signifikannya dengan Facebook?

Masyarakat ternyata paling gencar menyuarakan protes ke pemerintah lewat Facebook, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Rabu (18/5/2016).

Tak cuma protes individu, namun juga berkelompok. Masyarakat berkolaborasi menuntut kebijakan tegas dari pemerintah soal izin operasi pabrik tersebut di Negeri Lumbung Padi.

Saat dikonfirmasi, pemerintah mengelak kematian ikan yang terjadi tiba-tiba itu disebabkan aktivitas pabrik Formosa. Menurut juru bicara pemerintahan, hal itu disebabkan ledakan alga beracun dari bawah laut.

Hal itu seakan diiyakan Formosa. Pabrikan tersebut enggan dituduh sebagai penyebab insiden yang membuat masyarakat marah.

Belum jelas hingga kapan Facebook akan diblok di Vietnam. Sebelumnya, akses Facebook juga beberapa kali dilarang di Vietnam dengan beragam alasan.

Dikutip : Kompas

Facebook Live Tumbang Saat Siarkan Presiden Obama

Senin (16/5/2016) kemarin, Facebook menyiarkan sebuah event penting, yakni wawancara bertema politik dalam negeri dengan Presiden AS, Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC.

Tayangan high-profile yang disiarkan langsung lewat layanan live streaming Facebook Live itu dipandu oleh Legal Editor Buzzfeed, Chris Geidner, sebagai interviewer.

Sayang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Selasa (17/5/2016), belum lagi acara dimulai, Facebook Live tiba-tiba tumbang (crash) dan ngadat. Tayangan berhenti mendadak sebelum Obama sempat tampil.

Banjir keluhan pun mengemuka dari penonon. Buzzfeed terpaksa mengarahkan audiens ke live streaming YouTube lewat tautan di kolom komentar Facebook Live untuk melanjutkan  tayangan langsung.

Ironisnya, Facebook Live merupakan platform tayangan langsung yang digadang-gadang menjadi pesaing kuat layanan sejenis dari YouTube, juga live streaming mobile seperti Periscope dan Meerkat, tapi malah tumbang di saat genting.

Facebook gencar mempromosikan layanan streaming barunya, termasuk dengan membayar sejumlah outlet media agar memperbanyak konten yang disiarkan lewat Live.

Masih belum diketahui penyebab pasti di balik tumbangnya layanan Facebook Live, apakah karena kendala teknis atau soal lain.

Di samping crash, tayangan langsung ini juga dirundung masalah lain berupa angle kamera yang tidak tepat sehingga kepala Geidner dan Obama berada di luar frame ketika kedua orang itu bangkit untuk bersalaman. 


Dikutip : Kompas

Google Perkenalkan Spaces, Aplikasi Messaging “Serba Ada”

Menjelang konfensi developer I/O 2016 bulan ini, Google memperkenalkan sebuah aplikasi baru bernama Spaces untuk pengguna mobile dan desktop.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (17/5/2016), Spaces adalah aplikasi messaging “serba ada” yang dirancang untuk group chat.

Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas untuk saling berbagi aneka konten dengan mudah tanpa harus keluar dari aplikasi ataupun melakukan copy-paste dari aplikasi lain.

Ini karena Spaces sudah dilengkapi dengan Google Search, YouTube, dan peramban Chrome terintegrasi.

Pengguna pun bisa langsung mencari hal-hal seperti foto, video, atau artikel di internet dan menampilkannya dalam obrolan tanpa perlu meninggalkan Spaces (untuk membuka browser, misalnya).

“Anda bisa menciptakan ruang (space) dengan satu klik dengan topik apapun, lalu mengundang orang lain ke dalamnya via pesan instan, e-mail, media sosial, atau cara lain yang diinginkan,” tulis product director Spaces, Luke Wroblewski, dalam sebuah posting blog.

Menurut Wroblewski, dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliknya seperti tersebut di atas, Spaces bisa membuat para anggota groupchat lebih fokus pada topik percakapan.

“(Sebelum Spaces hadir) Berbagi konten biasanya melibatkan berpindah-pindah antar aplikasi dan copy-paste tautan,” ujar Wroblewski. “Topik pikiran seringkali hilang ditimbun segala macam obrolan dan tak mudah ditemukan kembali.”

Spaces saat ini mulai tersedia untuk platform Android, iOS, desktop, dan mobile web. Sebelum bisa menggunakan Spaces, pengguna harus memiliki akun Gmail terlebih dahulu.

Seberapa efektif konsep obrolan grup “serba ada” yang diusung oleh Spaces? Google berniat mendemonstrasikannya dalam konferensi I/O 2016, tanggal 18 hingga 30 Mei mendatang.

Dikutip : Kompas

Steller Resmi Hadir di Android

Aplikasi jejaring sosial yang sedang naik daun, Steller kini resmi tersedia di platform Android. Akun Twitter resmi Steller (@StellerStories) mengonfirmasi hal itu pada Selasa (3/5/2016).

Steller adalah aplikasi berbagi foto dan video yang bisa dirangkai menjadi sebuah cerita. Pengguna aplikasi bisa melihat postingan Steller layaknya sebuah album foto, video, dan cerita.

Google baru memajang Steller di toko aplikasi Play Store mulai hari ini. Versi Steller 1.0.0 memiliki ukuran 9,8 MB dan telah di-install sebanyak 5.000 - 10.000 kali.

Sebelumnya, aplikasi Steller hanya tersedia bagi pengguna iOS. Di Indonesia, pengguna perangkat Apple juga baru bisa meng-install Steller mulai April 2016 lalu.

Sementara pengguna Android di waktu yang sama sudah bisa mencoba Steller versi Beta dengan cara mendaftar sebagai beta tester di situs Google Play Store.

Dengan tersedianya Steller di Play Store, kini pengguna bisa langsung mengunduhnya melalui peranti ponsel yang mendukung, yaitu ponsel yang menjalankan sistem operasi Android versi 5.0 ke atas.

Untuk mengunduh aplikasi Steller versi 1.0.0 di platform Android, kunjungi toko aplikasi Android, Play Store di tautan berikut ini: Google Play

Dikutip : Kompas

Xiaomi Pastikan Peluncuran Mi Smartwatch

Xiaomi bakal meluncurkan beberapa lini produk baru pada 10 Mei mendatang. Antara lain phablet Mi Max, gelang pintar Mi Band 2, dan sistem operasi MIUI 8.

Kurang lebih sepekan menuju perhelatan tersebut, Xiaomi mengumumkan satu lagi produk yang bakal diluncurkan tahun ini. Tak lain adalah arloji pintar Mi Smartwatch.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Co-founder sekaligus Vice President Xiaomi Liu De pada sebuah konferensi di Beijing, China, sebagaimana dilaporkan Gizmochina dan dihimpun KompasTekno, Selasa (3/5/2016).

Lebih jauh, Liu De juga mengumbar waktu peluncuran smartwatch tersebut. Tak dipadankan dengan acara 10 Mei, Mi Smartwatch akan diluncurkan pada semester kedua 2016.

Artinya, para Mi Fans masih harus menunggu beberapa bulan dari sekarang. Kira-kira sekitar Juni atau Juli mendatang.

Ini adalah kali pertama Xiaomi mengakui keberadaan Mi Smartwatch, setelah beberapa kali digosipkan. Liu De mengatakan Xiaomi akan lebih fokus menggarap pasar wearable.

Mi Smartwatch sendiri adalah arloji pintar pertama buatan Xiaomi yang ditujukan bagi orang dewasa. Sebelumnya, Xiaomi hanya meluncurkan smartwatch untuk anak-anak dengan harga 46 dollar AS atau sekitar Rp 600.000.

Saat ditanya soal kegandrungan perusahaan teknologi memproduksi mobil pintar, Xiaomi tak menunjukan ketertarikan. Di ranah transportasi, Xiaomi lebih memilih mengembangkan hoverboard semacam Ninebot.

Dikutip : Kompas

Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

Aplikasi pesan instan WhatsApp diblokir oleh pemerintah Brazil selama 72 jam, terhitung sejak Senin (2/5/2016) siang waktu setempat. Penyebabnya, WhatsApp menolak memberi data penggunanya kepada pemerintah Brazil yang ingin memakainya untuk penyelidikan tindakan kriminal.

Ceritanya, pada 2013 lalu pemerintah Brazil berniat membuka data pengguna WhatsApp terkait dengan berbagai penyelidikan aksi kriminal online. Namun sistem enkripsi yang dipakai aplikasi tersebut membuat data-data tidak dapat dibuka dari luar.

Akhirnya, pada persidangan yang dilangsungkan pada 26 April lalu, hakim pengadilan Brazil meminta operator seluler di Brazil memblokir layanan pesan instan tersebut. Perintah pemblokiran telah disampaikan oleh hakim Marcel Montavao.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Selasa (3/5/2016), Montavao meminta agar lima operator telekomunikasi utama Brazil memblokir akses WhatsApp selama 72 jam.

Operator telekomunikasi yang melanggar perintah tersebut terancam sanksi denda senilai 500.000 real atau 140.000 dollar Amerika Serikat. Nilainya setara dengan Rp 1,8 miliar.

“Kami telah bekerja sama semampunya. Keputusan pemblokiran yang diambil oleh hakim di Sergipe membuat kami kecewa. Akibatnya 100 juta orang pengguna kami di Brazil bakal ikut menanggung hukuman tersebut, hanya demi memaksa kami menyerahkan informasi yang tidak kami miliki,” ujar juru bicara penyedia layanan pesan instan tersebut.

Pernah terjadi sebelumnya

Sebelumnya, WhatsApp juga pernah mengalami situasi serupa di Brazil pada Desember 2015 lalu. Perusahaan menolak menyerahkan data yang akan digunakan untuk penyelidikan kriminal sehingga pengadilan memerintahkan blokir selama 48 jam.

Namun perintah tersebut akhirnya tak berjalan efektif. Masyarakat setempat yang berkomunikasi mengandalkan aplikasi tersebut justru marah dan kecewa pada tindak pemblokiran.

Setelah berbagai rentetan kekecewaan menyesaki media sosial, pemerintah kembali membuka blokir WhatsApp. Total durasi pemblokiran saat itu hanya berlangsung 12 jam.

Dikutip : Kompas 

Yahoo Tawarkan Tanah ke Perusahaan China

Yahoo hendak menjual tanahnya yang berada di Santa Clara, California, AS, kepada produsen smartphone China LeEco. Tanah seluas 19,6 hektar tersebut dekat dengan area teknologi Silicon Valley.

Menurut juru bicara Yahoo, penjualan lahan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Namun, tak dibeberkan lebih lanjut berapa nilai yang ditawar untuk tanah luas di daerah strategis tersebut.

Jika benar, tampaknya LeEco hendak memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun area perkantoran yang lapang. Sebelumnya, LeEco memang dikabarkan bakal memperluas area bisnisnya.

Saat ini firma tersebut mengembangkan smartphone, TV, dan sepeda gunung. Ke depan, LeEco berencana membuat mobil elektronik, sebagaimana dilaporkan Investors dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016)

Kembali ke 2006

Yahoo membeli lahan yang berada di jantung California tersebut pada 2006 silam. Saat itu harganya masih 106 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun.

Awalnya, Yahoo membeli tanah tersebut untuk membangun sebuah kantor yang mengakomodir 12.000 pekerja. Pada tahun itu, bisnis Yahoo belum mandek seperti sekarang.

Sebenarnya Yahoo sudah memegang izin untuk membangun area perkantoran khusus riset di lahan tersebut. Ada 13 bangunan yang rencananya bakal memadati area itu.

Sayangnya, rencana tersebut tak pernah dimulai. Yahoo masih harus mengurusi prioritas lain, yakni membuat perusahaannya kembali menguntungkan.

Pada kuartal pertama 2016, pendapatan Yahoo dilansir 1,05 miliar dollar AS atau setara Rp 13,8 triliun. Pendapatan itu menurun 14 persen dari periode serupa tahun 2015.

Pendapatan yang terus berkurang dan biaya operasional yang terus bertambah membuat Yahoo terpaksa menutup kantor cabang di beberapa negara. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun berkali-kali dilakukan.

Dikutip : Kompas

Jerman Pasang Lampu Lalu Lintas Khusus Pengguna "Smartphone"

Sibuk memandangi smartphone sambil berjalan di tengah kota memang berbahaya. Salah-salah bisa celaka disambar kendaraan bermotor karena tak awas dengan lingkungan sekitar.

Pemerintah kota Augsburg di Jerman rupanya sudah capek dengan pejalan kaki model begini.

Seperti dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Senin (2/5/2016), alih-alih cuma mengimbau supaya tak sibuk dengan smartphone di jalanan, pihak pemkot Augsburg pun memutuskan untuk memasang lampu lalu lintas khusus untuk pengguna smartphone.

Letaknya bukan di tiang seperti umumnya lampu lalu lintas, tapi di bawah, tertanam di trotoar seperti pembatas jalan. Dengan begini, para pejalan kaki yang sibuk menunduk karena memandangi layar smartphone diharapkan tak luput melihatnya.

“Kami menyadari bahwa lampu lalu lintas biasa tak lagi berada dalam pandangan para pejalan kaki belakangan ini,” kata seorang anggota dewan kota Augsburg bernama Tobias Harms.

“Jadi kami memutuskan untuk memasang lampu-lampu tambahan. Semakin banyak lampu, semakin besar pula kemungkinan para pejalan kaki bakal melihatnya,” lanjut dia.

Sejauh ini, lampu lalu lintas untuk pejalan kaki yang sibuk dengan smartphone itu sudah dipasang di dua pemberhentian trem. Lampu-lampu akan berkedip dengan warna merah apabila ada trem yang tengah melaju.

Warga Jerman sebenarnya dikenal taat aturan lalu lintas. Namun, gara-gara sibuk dengan smartphone, banyak di antara mereka yang tak menyadari rambu-rambu di sekitar.

Akibatnya bisa fatal. Maret lalu di kota Munich -juga di Jerman-, seorang gadis berusia 15 tahun tewas terseret kereta karena sibuk mengetik pesan teks sambil menyeberang rel.

Beberapa kota di negara lain juga mulai berupaya mengamankan para pejalan kaki yang sibuk dengan smartphone.

Kota Chongquing di China, misalnya, sejak 2014 memisahkan jalur trotoar menjadi dua lajur: satu untuk pejalan kaki biasa, satu lagi untuk pejalan kaki yang mengutak-atik ponsel.

Lalu, kota New Jersey di AS berencana mengeluarkan aturan baru untuk menghukum pejalan kaki yang menyeberang jalan sambil memandangi ponsel.

Dikutip : Kompas
 
Copyright © 2013 Info Teknologi